REQNews.com

Politisi AS dari Partai Republik Bakar Alquran agar Terpilih Jadi Anggota Kongres

News

Thursday, 28 August 2025 - 18:36

Foto: Video Valentina GomezFoto: Video Valentina Gomez

Texas, REQNews.com -- Valentina Gomez, calong anggota Kongres dari Partai Republik, membakar Alquran dalam video iklan kampanye seraya berjanji mengakhiri eksistesi Islam di negar bagian Texas.

Politisi yang menyebut diri MAGA America First itu mengunggap video pembakaran Alquran itu, Selasa 26 Agustus dan meminta bantuan agar terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Alih-alih mendapat dukungan, video provokasinya memicu kecaman di X.

"Putri-putrimu akan diperkosa dan putra-putramu akan dipenggal kecuali kita menghentikan Islam selamanya," kata Valentina Gomez dalam video itu, sebelum mundur dan menyemprotkan api ke arah tumpukan Alquran.

Aksi ini diiringi lagu rapper kontroversial yang sebelumnya dikenal dengan nama Kanye West.

"Amerika adalah negara Kristen. Jadi, para teroris Muslim itu boleh pergi ke satu dari 57 negara Muslim," katanya. "Hanya ada satu Tuhan yang benar, yaitu Tuhan Israel."

Ia juga menuliskan doa di akun X-nya. "Saya akan mengakhiri Islam di Texas. Bantulah saya  ya Tuhan." Ia juga meminta dukungan agar terpilih dalam pemilu dan menjadi anggota Kongres.

Aksi itu ditonton 3,8 juta kali dalam sehari, dan menuai banyak tanggapan positif dan negatif. "Ini bukan politik. Ini hasutan," tulis podcaster Brian Allen. "Ketika masjid-masjid terbakar, ingatlah Partai Republik yang memberi korek api."

Gomez lahir di Kolombia dan beremigrasi ke AS di usia muda. Tahun lalu dia gagal mencalonkan diri sebagai Sekretaris Negara Missouri dari Partai Republik. Ia kini berkampanye untuk Distrik ke-31 Texas pada tahun 2026.

Mantan perenang Olimpiade ini punya rekam jejak dan perilaku provokatif dan kasar. Tahun lalu, ia menyindair atlet transgender di cabang olahraga wanita dengan menulis di X; "Tidak ada yang namanya cewek berd***. Jaga agar olahraga wanita tetap feminin."

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.