AS dan Cina Capai Kesepakatan Penjualan TikTok
New York, REQNews.com -- Juru runding AS dan Cina dikabarkan mencapai kesepakatan terkait kerangka kerja TikTok, yang diharapkan menyelamatkan platform berbagi video pendek itu dari pemblokiran di AS.
Menteri Keuangan Scott Besset, yang memimpin delegasi AS dalam perundingan dengan Tiongkok yang diadakan di Spanyol, mengatakan persyaratan komersial telah disepakati oleh kedua pihak.
Dalam konferensi pers di Kedubes Tiongkok di Madrid, Li Chenggang -- juru runding utama Beijing -- mengatakan kedua pihak telah mencapai konsensus kerangka kerja dasar mengenai isu terkait TikTok dan menyebut perundingan itu terbuka, mendalam, dan konstruktif.
Bessent mengatakan kepada wartawan bahwa kerangka kerja untuk pengalihan kepemilikan TikTok telah dicapai, tetapi ia merahasiakan detailnya.
TikTok, yang dimiliki ByteDance, berada di bawah larangan de jure nasional AS sejak 19 Januari 2025, setelah perusahaan induknya gagal memenuhi tengat waktu divestasi. Langkah itu disahkan atas klaim bahwa data pengguna dapat diakses oleh pemerintah Tiongkok, yang memungkinkan Beijing memata-matai warga AS atau melakukan operasi pengaruh melalui aplikasi TikTok.
Presiden AS Donald Trump menunda larangan TikTok di AS beberapa kali selama negosiasi dengan Tiongkok. Batas waktu terbaru ditetapkan berakhir pada 17 September.
"Kami tidak akan membahas ketentuan komersial dari kesepakatan ini. Ini melibatkan dua pihak swasta, dan ketentuan komersialnya telah disepakati," kata Bessent.
Kesepakatan akan dikonfirmasi oleh Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping setelah panggilan telepon pada Jumat, dan TikTok akan memiliki 90 hari untuk menyelesaikannya.
Laporan Wall Street Journal, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, kesepakatan ini akan melibatkan konsorsium investor untuk mengambil alih saham TikTok. Blackstone, perusahaan ekuitas swasta, tidak lagi menjadi bagian kesepakatan ini.
Oracle, yang katanya telah menyimpan dana pengguna TikTok sejak 2022, dan Microsoft, tidak mengonfirmasi keterlibatan dalam pengambi-alihan TikTok.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
