REQNews.com

Ilmuwan Temukan Mumi Tertua di Dunia, Berasal dari Asia Tenggara, Berusia 12 Ribu Tahun

News

Wednesday, 17 September 2025 - 18:59

Foto: Arab NewsFoto: Arab News

New York, REQNews.com -- Sejumlah ilmuwan menemukan mumi tertua di dunia yang diperkirakan berasal dari Asia Tenggara, dan berusia 12 ribu tahun.

Mumifikasi mencegah pembusukan dengan mengawetkan jenazah. Proses ini bisa terjai secara alami di tempat seperti Gurun Atacama di Cile, atau rawa-rawa di Irlandia.

Manusia dari berbagai budaya juga memumikan leluhur melalui pembalseman untuk menghormati atau mengirim jiwa mereka ke alam baka.

Mumi Mesir yang paling terkenal, tapi sampai saat ini mumi tertua dipersiapkan masyarakat nelayan Chinchorro sekitar 7.000 tahun lalu di wilayah yang sekarang benama Peru dan Cile.

Sebuah studi yang diterbitkan pekan ini di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences memundurkan garis waktu itu.

Sejumlah peneliti menemukan sisa-sisa manusia yang dikubur dalam posisi berjongkok atau jongkok, dengan beberapa luka sayatan dan bekas terbakar di berbagai situs arekologi Tiongkok dan Vietnam, dan pada tingkat lebih rendah di Filipina, Laos, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Setelah mempelajari tulang-tulang jenazah, ilmuwan menemukan jasad=jasad itu kemungkinan terpapar panas. Jasad-jasad itu telah diasapi di atas api dan dimumikan oleh komunitas pemburu-pengumpul.

"Praktik ini memungkinkan orang untuk mempertahankan hubungan fisik dan spiritual dengan leluhur mereka, menjembatani waktu dan ingatan," kata Hirofumi Matsumura, penulis studi dari Universitas Kedokteran Sapporao di Jepang.

"Metode penanggalan yang digunakan pada mumi-mumi itu mungkin lebih kuat, tapi belum jelas apakah mumi-mumi itu diasapi secara konsisten di semua lokasi di Asia Tenggara," kata Rita Peyroteo Stjerna dari Universitas Uppsala di Swedia, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Temuan ini menawarkan kontribusi penting bagi studi praktik pemakaman prasejrah. Mumi bukanlah sesuatu yang kuno. Bahkan hingga saat ini masyarakat adat di Australia dan Papua Nugini masih mengasapi dan memumikan jenazah keluarga mereka.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.