REQNews.com

Kejagung Periksa 10 Saksi Dugaan Korupsi Pemberian Kredit PT Sritex

News

Jumat, 19 September 2025 - 12:31

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)

JAKARTA, REQnews - Penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 10 orang saksi terkait dugaan korupsi di PT Sritex pada Kamis 18 September 2025.  

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) dan Banten, PT Bank DKI dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Jateng) kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha.                 

"DP selaku Bagian Finance, HS selaku Department Head pada Divisi PGV, RH selaku Manager Domestic SEA & Australia Ventura PT Pertamina (Persero) sejak 2 Agustus 2013-31 Desember 2015, GAS selaku Pemimpin Kelompok Divisi Bisnis BNI, MS selaku Kadiv Kepatuhan BNI," kata Anang dalam keterangannya pada Jumat 19 September 2025. 

Kemudian, ada RH selaku Pemimpin Kelompok Relationship Manager LMC-2 BNI Februari 2014-Oktober 2017, TTM selaku Penandatanganan Laporan KJPP Ruky Safrudin & Rekan atas aset PT RUM, ISK selaku Group Head DBU Bank BRI, KL selaku Wakil Kepala Divisi DBU Bank BRI, dan DFR selaku Karyawan BRI. 

Anang mengatakan bahwa para saksi tersebut diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama Tersangka ISL (Iwan Setiawan Lukminto) dkk.                

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud," ujarnya.                          

Dalam kasus ini, penyidik Direktorat Jampidsus Kejagung telah menetapkan 12 orang tersangka. Para tersangka diduga telah memberikan kredit secara melawan hukum kepada PT Sritex.                              

Mereka diduga tidak melakukan analisa yang memadai dan tidak menaati prosedur serta persyaratan yang telah ditetapkan.       

Perbuatan para tersangka disebut telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 1,08 triliun yang berasal dari kredit yang diberikan bank kepada PT Sritex.       

Berikut daftar 12 tersangka:       

1. Direktur Utama PT Sritex Tahun 2005-2022 Iwan Setiawan Lukminto (ISL).       

2. Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tahun 2020, Dicky Syahbandinata (DS).                               

3. Direktur Utama PT Bank DKI Tahun 2020, Zainuddin Mappa (ZM).                               

4. Mantan Direktur Keuangan PT Sritex periode 2006-2023, Allan Moran Severino (AMS).                               

5. Mantan Direktur Kredit UMKM merangkap Direktur Keuangan Bank DKI Jakarta 2019-2022, Babay Farid Wazadi (BFW).                               

6. Mantan Direktur Teknologi Operasional Bank DKI Jakarta 2015-2021, Pramono Sigit (PS).                               

7. Mantan Direktur Utama Bank BJB 2019-Maret 2025, Yuddy Renald (YR).                               

8. Mantan Senior Executive Vice President Bisnis Bank BJB 2019-2023, Benny Riswandi (BR).                               

9. Mantan Direktur Utama Bank Jateng 2014-2023, Supriyatno (SP).                               

10. Mantan Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2017-2020, Pujiono (PJ).                               

11. Mantan Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2018-2020, SD.                 

12. Mantan Wakil Direktur Utama (Dirut) PT Sritex 2012-2023 atau Dirut PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto.                 

Atas perbuatannya itu tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.