REQNews.com

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Minta Maaf, Diduga Belasan Anggotanya Keroyok Warga hingga Lakukan Pelecehan

News

Wednesday, 24 September 2025 - 12:02

Ilustrasi pengeroyokanIlustrasi pengeroyokan

MALUKU,  REQNews – Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Irfan S.P. Marpaung, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan masyarakat Seram Bagian Timur, Maluku atas kelakukan anggotanya.

Permintaan maaf itu disampaikan terkait tindakan sejumlah oknum anggota Brimob yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga.

Kombes Pol Irfan menyampaikan permohonan maafnya di depan massa aksi yang tergabung dari organisasi Cipayung Plus, seperti HMI, IMM, LMND, GMNI, Fospem, serta masyarakat Kota Bula.

“Saya Dansat Brimob Polda Maluku, saya datang dari Kota Ambon ke sini guna menyelesaikan masalah, penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota terhadap Abdul Haji Rumaday di rumahnya, pada Senin 22 September 2025 kemarin. Jadi tolong percayakan kepada kami untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik,” tuturnya, Selasa 23 September 2025.

Irfan juga meminta masyarakat agar menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada proses hukum. Ia memastikan, oknum anggota yang terbukti bersalah akan diproses sesuai aturan yang berlaku.  Menurutnya, semua akan dilakukan secara transparan dan terbuka.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di Markas Brimob Kompi B Kota Bula, Seram Bagian Timur. Massa mendesak 11 anggota Brimob yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap Abdul Haji Rumaday segera ditindak secara hukum.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut pemecatan para pelaku karena selain menganiaya, diduga terjadi pelecehan terhadap saudara perempuan korban.

Massa juga mendesak agar Danki Brimob Batalyon B Pelopor Bula, AKP A. Manulang, serta Wadanki Ipda Fadli Hasan segera dimutasi. Keduanya dinilai gagal membina anggotanya sehingga peristiwa ini bisa terjadi.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.