Keracunan Massal MBG di Bandung Barat Tembus 1.000 Orang, Pemerintah Daerah Menetapkan Status Kejadian Luar Biasa
BANDUNG BARAT, REQNews - Kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat meluas ke tiga kecamatan wilayah yakni meliputi Cipongkor, Cililin dan Cihampelas.
Jumlah korban keracunan MBG mencapai lebih dari 1.000 pelajar sejak Senin 22 September 2025 hingga Kamis 25 September 2025.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotima menyebut jumlah korban pada kasus keracunan yang dirangkum sejak Senin dan Rabu kemarin lebih dari 1.000 korban.
Angka ini masih dinamis karena sejumlah korban masih mendatangi posko. Angka ini meningkat dari laporan sebelumnya.
Pemerintah daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Puluhan pelajar yang mengalami gejala seperti pusing, mual, dan nyeri perut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Cililin.
“Pasien yang datang umumnya mengeluhkan mual, nyeri perut, dan pusing. Pengobatan difokuskan pada gejala keracunan makanan,” ujar Dirut RSUD Cililin, Neng Siti Djulaeha.
RSUD Cililin mencatat telah menerima 131 korban dari tiga kecamatan terdampak. Dari jumlah tersebut, 44 pelajar menjalani rawat inap, sementara sisanya dirawat jalan.
Akibat insiden ini, SMKN 1 Cihampelas terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh karena banyak siswa yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama dinas terkait tengah melakukan investigasi terhadap sumber makanan bergizi gratis yang diduga menjadi penyebab keracunan. Langkah-langkah penanganan darurat dan evaluasi distribusi makanan di sekolah-sekolah kini menjadi fokus utama demi mencegah kejadian serupa.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.