Kepolisian Serbia Tangkap 11 Pelaku Pelemparan Kepala Babi ke Sembilan Masjid di Prancis
Belgrade, REQNews.com -- Kepolisian Serbia menangkap 11 orang yang diduga melempar kepala babi ke halaman sembilan masjid di pinggiran Paris, dan menyerang situs-situs Yahudi di sekitar ibu kota Prancis atas perintah dinas intelejen asing. Semua kejahatan itu dilakukan April-September 2025.
Selain melempar kepala babi ke sembilan masjid, mereka juga melempar cat hijau ke Museum Holocaust, sejumlah sinagogue, dan satu restoran Yahudi, yang semuanya berada di Paris, dan meletakan kerangka beton di depan Gedung Bradenburg di Berlin. Jerman.
Kementerian Dalam Negeri Serbia mengatakan seluruh dari sebelas orang itu warga negara Serbia, dan dilatih di Serbia. MG, tersangka lain, diduga melatih mereka atas instruksi dinas intelejen asing dan sedang dalam pengejaran.
"Tujuan mereka adalah menyebarkan kebencian, diskriminasi, dan memicu kekerasan berdasarkan perbedaan karakteristik individu kelompok tertentu," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Serbia.
Tidak disebutkan badan intelejen asing yang dicurigasi. Kementerian Dalam Negeri Serbia juga tak menyebut warga negara MG yang masih buron.
Investigasi kepolisan Prancis, yang memiliki populasi Muslim terbesar di Eropa, menemukan kepala babi dilempar ke halaman masjid oleh warga negara asing. Setelah melempar kepala babi, pelaku melarikan diri ke luar negeri.
Prancis menuduh Rusia mencoba menabur perselisihan. Tiga warga Serbia yang dituduh memiliki hubungan dengan kekuatan asing ditangkap setelah sinagogue dan tugu peringatan Holocaust dirusak dengan cat hijau, Mei lalu.
Serbia, yang ingin bergabung dengan Uni Eropa, memiliki hubungan dekat dengan Rusia dan satu-satunya negara Eropa yang belum menjatuhkan sanksi kepada Moskwa.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.