REQNews.com

Terima Jam Rolex dan Perhiasan, Presiden Peru Dina Boluarte Dimakzulkan

News

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:35

Foto: Bloomberg.comFoto: Bloomberg.com

Lima, REQNews.com -- Kongres Peru, dengan suara bulat alias tanpa penentangan dan abstain, Jumat 10 Oktober pagi memakzulkan Presiden Dina Boluarte dan segera mengangkat ketua Kongres Jose Jeri sebagai penggantinya.

Seluruh dari 124 anggota Kongres memberikan suara mendukung pemakzulan Boluarte. Pemecatan ini meyusul tekanan politik dan investigasi krimial berbulan-bulan.

Boluarte, berusia 63 tahun, menghadapi penurunan dukungan sampai tinggal dua persen di tengah tuduhan penyuapan dan menindak keras terhadap pengunjuk rasa. Ia membantah semua tuduhan itu.

Berdasarkan konstitusi Peru, Jose Jer Ore -- ketua Kongreis berusia 38 ahun -- akan menjadi presiden sementara dan menyelenggarakan pemilihan umum baru. Jeri, anggota partai konservatif Somos Peru, kini berada di jajaran kepala negara termuda di dunia.

Boluarte menjadi perempuan pertama yang memimpin Peru tahun 2022, setelah pendahulunya; Pedro Castillo, dimakzulkan dan ditangkap karena mencoba membubarkan Kongres dan memerintah dengan dekrit.

Masa jabatan Boluarte dirusak skandal yang semakin meningkat. Yang paling serius adalah tindakan keras pasukan keamanan saat mengatasi aksi protes setelah penangkapan Castillo, yang mengakibatkan 60 kematian.

Boluarte juga menghadapi tuduhan lain; meneirma jam tangan Rolex dan perhiasan lainnya sebagai suap, dan menggunakan kendaaraan kepresidenan untuk mengangkut polisi buronan.

Kritikus menuduh Boluarte meninggalkan jabatannya tahun 2023 untuk menjalani operasi kosmetik memperbaiki bentuk hidung. Saat itu, Boluarte tidak secara resmi mendelegasikan wewenangnya selama hampir dua pekan. Sesuai konstitusi, presiden harus mendelegasikan wewenang jika tidak bisa menjalankan tugasnya.

Peru selama era kepemimpinan Boluarte menghadapi peningkatan angka kejahatan. Menurut Kepolisian Nasional Peru, kasus pemerasan melonjak dari beberapa ratus kasus tahun 2017 menjadi 20 ribu kasus per bulan pada tahun ini.

Pemerasan di jalan-jalan mematikan, dengan puluhan pengemudi bus tewas dan tokot-toko menjadi sasaran peledakan. Akibatnya pemerintah memberlakukan keadaan darurat di Lima, ibu kota Peru.

 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.