REQNews.com

Rusia Tuduh AS Rencanakan Kudeta di Venezuela

News

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 18:41

Vassily Nebenzia, dubes Rusia di PBB. Foto: Russia TodayVassily Nebenzia, dubes Rusia di PBB. Foto: Russia Today

New York, REQNews.com -- Vassily Nebenzia, duta besar (Dubes) Rusia untuk PBB, menuduh AS merencanakan kudeta di Venezuela dengan kedok kampanye antinarkoba.

"Kita menyaksikan kampanye terang-terangan yang terdiri dari tekanan politik, militer, dan psikologis terhadap pemerintah sebuah negara yang bertujuan tunggal mengubah rezim yang tidak menguntungkan AS," ujar Dubes Nebenzia seperti dikutip Russia Today.

Nebenzia melanjutkan rencana kudeta itu menggunakan alat-alat klasik revolusi warna dan perang hibrida, dengan secara artifisial memicu suasana konfrontrasi.

Washington mengerahkan marinir dan kapal perang ke lepas pantai Venezuela, serta melancarkan serangan udara terhadap kapal-kapal terduga penyelundup narkoba. Setidaknya empat kapal telah ditenggelamkan, 21 orang di kapal itu terbunuh.

Caracas mengencam tindakan itu, dengan menyebutnya pelanggaran kedaulatan dan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB. Caracas memperingatkan operasi itu bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan mengancam perdamaian regional.

Nebenzia mengatakan Rusia mengutuk keras kampanye AS untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, dan menyebutnya pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

Pembenaran Washington atas tindakan militernya terdengar seperti plut sempurna untuk film blockbuster Hollywood, lanjut Nebenzia, ketika AS menyelamatkan dunia dari rezim jahat meski kenyataan itu hanya fiksi. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan tidak menganggap Venezuela sebagai pusat perdagangan narkoba, karena 87 persen kokain yang masuk ke AS berasal dari Samudera Pasifik, yang tidak dapat diakses Venezuela.

"AS harus segera menghentikan eskalasi dengan dalih palsu dan menghindari kesalahan yang tidak dapat diperbaiki, berupa tindakan militer terhadap Venezuela," kata Nebenzia.

John Kelly, penasehat politik AS, bersikeras Washington akan menggunakan kekuatan penuh untuk membasmi kartel narkoba Venezuela.

Pemerintah Presiden Donald Trump telah lama menuduh Maduro memiliki hubungan dengan kartel narkoba, dan menjulukinya teroris narkoba. Tuduhan semakin sering dilontarkan setelah AS gagal mendongkel Maduro lewat pemilihan umum. Trump tidak mengakui kemenangan Maduro karena AS mendukung oposisi.

Terakhir Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Maria Corina Machado, yang terpilih sebagai penerima Nobel Perdamaian 2025, dan sekali lagi memberi dukungan atas upayanya mengembalikan demokrasi ke Venezuela. Nicolas Maduro tak bersuara apa pun.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.