REQNews.com

Jet Tempur Siluman J-20 Terbang di Selat Korea tanpa Terdeteksi: Beijing Diam, Korsel tak Mengakui

News

Monday, 27 October 2025 - 18:57

Foto: South Asia JournalFoto: South Asia Journal

Beijing, REQNews.com -- Tiongkok mengklaim J-20, jet tempur generasi kelima bikinannya, melintas seluran timur Selat Korea pada 17 Juli tanpa terdeteksi. pertahanan udara Korea Selatan dan Jepang.

Situs KoreaJoongAngDaily, mengutip South China Morning Post, memberitakan J-20 itu bagian dari Brigade Udara Pertama Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat. Tidak hanya Korsel dan Jepang, AS juga tidak mengidentifikasi kehadiran J-20.

Selat Korea adalah perairan yang memisahkan Semenanjung Korea dan Jepang, dengn titik terdekat adalah lepas pantai Busan.

Beijing belum mengeluarkan tanggapan resmi atas laporan surat kabar berbasis di Hong Kong. Jika Beijing mempertahankan sikap NCND, atau tidak mengonfirmasi atau menyangkal, Tiongkok menyiratkan pesawat tempurnya lolos dari jaringan pertahanan udara Korsel, Jepang, dan AS.

Tiongkok, menurut KoreaJoongAngDaily, sejak itu memamerkan J-20 dan J-35 di berbagai acara besar, termasuk parade militer Hari Kemenangan pada 3 September lalu dan Pameran Changchun pada 20 September.

Saat Tiongkok terus mengembangkan jet tempur siluman, sistem radar Korsel -- kunci pertahanan udara paling diandalkan -- mulai menua. Beberapa unit radar tetap, yang diperkenalkan sejak 40 taun lalu, hampir usang.

Radar-radar itu harus dimatikan selama 100 sampai 200 jam per tahun untuk pemeliharaan, dan rencana mengakuisisi sistem radar yang dirancang khusus mendeteksi jet tempur siluman belum terdefinisi karena keterbatasan teknologi dan anggaran.


Muncul Lagi

Isu jet tempur Tiongkok melewati Selat Korea tak terdeteksi muncul lagi dalam audit parlemen yang diadakan di Markas Besar Angkata Udara di Gyengyong, Chungcheong Selatan, pekan lalu.

Lim Jong-deuk, anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat, bertanya kepada Kastaf AU Korsel Jenderal Son Seok-rak soal J-20 melintas di atas Selat Korea.

Jenderal Son mengatakan; "Tanggal penerbangan tidak disebutkan. Jadi tidak ada cara memverifikasinya. Juga tidak ada bukti konkret yang mengonfirmasi keberadaan J-20."

Sikap resmi Korsel adalah Selat Korea berada di luar zona identifikasi pertahanan udara Korsel, yang berarti mereka tidak dapat memastikan apakah J-20 terdeteksi. Sedangkan anggota parlemen Korsel mengatakan jarak Selat Korea dengan Seoul hanya 20 kilometer.

Tanggapan tertulis AU Korsel menyebutkan tidak ada catatan J-20 memasuki atau meningglkan zona identifikasi pertahanan udara Korsel (Kadiz) dalam tiga tahun terakhir. Data radar dari Pusat Kendali dan Pelaporan Utama AU Korsel juga tidak menunjukan adanya penerbangan J-20 pada 27 Juli.


Kim Jong-un Incar Teknologi Siluman

Badan Intelejen Pertahanan Korsel menilai jet tempur J-35 dan wahana udara nirawak FH-97 adalah senjata utama generasi masa depan militer Tiongkok. Semakin dekat hubungan Korea Utara dan Tiongkok akan membuat Kim Jong-un membujuk Beijing agar memberikan teknologi siluman.

Namun, pakar penerbangan mencatat jet siluman Tiongkok dan Rusia masih tertinggal dibanding model yang dikembangkan AS. Penampang lintang radar (RCS) pembom B-52 dan jet tempur F-22 milik AS, hanya seukuran kuku jari tangan. Su-57 Rusia berukuran 0,5 meter persegi dan J-20 berukuran 0,01 dan 0,05 meter persegi.

Tiongkok dipastikan akan terus melakukan pengembangan, dengan target mengejar ketinggalan itu. Beijing punya sumber dana tak terbatas untuk melakukan penelitian.

April tahun lalu, misalnya, peneliti di Universitas Teknik AU di Propinsi Shaanxi mengklaim telah mengembangkan teknologi radar yang mampu mendeteksi F-22. Biasanya, F-22 tak terlihat radar, tapi peneliti Cina tanpa kesulitan bisa menampilkan pesawat itu di radar.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.