Trump Perintahkan Pentagon Uji Senjata Nuklir
Washington, REQNews.com -- Presiden AS Donald Trump, Kamis 30 Oktober, memerintahkan Pentagon memulai uji senjata nuklir atas dasar alasan yang sama dengan Tiongkok dan Rusia.
Pengumuman ini dibuat hanya beberapa menit sebelum ia mengadakan pertemuan puncak berisio tinggi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Seoul, Korea Selatan.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu 29 Oktober, mengatakan Moskwa sukses menguji coba pesawat nirawak bawah air bertenaga nuklir. Uji coba ini bertentangan dengan peringatan Washington.
"Karena negara-negara lain menguji program nuklir, saya menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kami," tulis Trump dalam unggahan di media sosial.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan uji coba yang diumumkan Vladimir Putin bukan uji coba langsung senjata nuklir.
AS dan Rusia secara de facto menerapkan moratorium pengujian hulu ledak nuklir, meski Moskwa secara rutin melakukan latihan militer yang melibatkan sistem yang mampu membawa senjata nuklir.
AS menjadi penandatangan Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif sejak 1996, yang melarang semua uji coba ledakan atom, untuk tujuan militer dan sipil. AS kali terakhir menguji nuklir tahun 1992.
Trump juga mengklaim AS memiliki lebih banyak senjata nuklir dibading negara lain. Ia memuji upaya sendiri untuk melakukan pembaruan dan renovasi menyeluruh terhadap senjata.
"Rusia berada di posisi kedua, dan Tiongkok di tempat ketiga, tetapi akan menyamainya dalam waktu lima tahun," kata Trump.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
