REQNews.com

Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Kantor DPRD Pasuruan Gegara Motor Mogok usai Isi BBM, Bahlil Diminta Tanggung Jawab

News

Wednesday, 05 November 2025 - 17:00

Ilustrasi ojol (Merdeka.com/Purnomo Edi)Ilustrasi ojol (Merdeka.com/Purnomo Edi)

PASURUAN, REQNews - Ratusan pengendara ojek online (ojol) di Kota Pasuruan menggelar unjuk rasa usai mengalami brebet dan mogok setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM), pada Selasa, 4 November 2025.

Mereka tampak mendatangi Kantor DPRD Kota Pasuruan yang terletak di Jalan Balaikota.

Setelah berorasi, para peserta aksi dipersilakan untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung ke dalam gedung DPRD.

Mereka meminta sejumlah anggota dewan untuk menjadi fasilitator keluhan motor brebet dan mogok usai mengisi BBM di sejumlah SPBU.

Ketua DPRD Kota Pasuruan, H.M. Toyib, menyatakan dukungannya terhadap langkah para pengemudi ojol. Ia menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan menampung seluruh aspirasi mereka dan menindaklanjutinya melalui jalur resmi.

“Sebagai lembaga rakyat kami berpihak kepada rakyat dan mendukung penuh tuntutan yang disampaikan oleh rekan-rekan ojol,” kata Toyib.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Pasuruan, Gatot Adidoyo, menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi untuk meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang.

"Kami akan segera berkirim surat untuk meminta penjelasan atas masalah ini," tandasnya.

Sembari menenteng spanduk yang berisikan hujatan kepada Menteri ESDM, Pengemudi ojol yang berorasi di depan gedung DPRD Pasuruan, meminta pemerintah terkait untuk memperhatikan kondisi mereka yang saat ini menghadapi ekonomi sulit.

Yunus, jubir para ojol, menyebut bahwa ada 200 motor yang terdampak dari BBM tersebut.

Jumlah penumpang yang kian menurun membuat para pengemudi ojol kini menghadapi beban ganda. 
Selain sepi orderan, mereka juga harus merogoh kocek lebih dalam karena motor yang biasa menjadi sumber penghasilan justru sering bermasalah dan harus masuk bengkel.

Kondisi ini membuat banyak ojol merasa kecewa dengan janji pemerintah yang disebut-sebut akan memberikan kompensasi bagi kendaraan yang mengalami kerusakan akibat bahan bakar bermasalah.

“Janji-janji yang akan memberikan kompensasi pada motor yang brebet dan mogok dirasa hanya kebohongan. Sebab, hingga saat ini tidak ada itikad baik dari SPBU,” ujarnya Yunus dengan nada kecewa.

Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut agar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turun dari jabatannya karena dianggap sebagai biang keonaran.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.