REQNews.com

Siapa Zohran Mamdani? Muncul dari Ketidak-jelasan, Tersenyum di Televisi, dan Menang

News

Rabu, 05 November 2025 - 20:14

Foto: New York PostFoto: New York Post

New York, REQNews.com -- "New York akan tetap menjadi kota imigran. Kota yang dibangun imigran, didukung oleh imigran, dan mulai malam ini New York dipimpin seorang imigran," kata Zohran Mamdani dalam pidato kemenangan berdurasi 20 menit.

Mamdani melanjutkan: "Jika ada yang bisa menunjukan kepada bangsa yang dikhianati Donald Trump cara mengalahkannya, kota ini yang melahirkannya."

Zohran Mamdani, Muslim kelahiran Uganda 34 tahun lalu, resmi terpilih sebagai walikota New York. Ia mengalahkan dua pesaingnya dari Partai Republuk; mantan gubernur Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa. Mamdani meraih suara 50 persen lebih, Cuomo 41 persen, dan Sliwa tujuh persen.

Mamdani adalah anggota parlemen lokal berhaluan kiri yang diusung Partai Demokrat. Ia muncul dari ketidak-jelasan untuk memimpin kampanye sengit melawan dua pesaingnya. Ia memenangkan pemilihan pendahuluan, yang membuat wajah brewok dan senyumnya kerap menghiasi televisi.

Pendukungnya membuat lencana bergambar dirinya, yang disematkan di dada. Komunitas Muslim New York, Afro-Amerika, Latino-Amerika, Asia-Amerika, dan lainnya, bangga mengenakan lencana bergambar wajah Mamdani.

Mamdani berkampanye dengan janji menjadikan New York sebagai kota terjangkau bagi semua orang yang tidak kaya. Ia berjanji mengendalikan sewa apartemen, penitipan anak, dan bus gratis. Semua itu akan dilakukan dengan memeras orang kaya. Mamdani adalah sosialis sesungguhnya.


Bukan Orang Miskin

Datang ke AS pada usia tujuh tahun, Mamdani lahir dari keluarga kaya. Mira Nair, ibunya, adalah pembuat film. Mahmood Mamdani, ayahnya, profesor pakar Afrika yang disegani. Beberapa pencelanya menyebutnya nepo baby, atau anak orang kaya yang dimanja.

Ia mengikuti jejak yang dibuat anak-anak muda dari keluarga liberat; bersekolah di Bronx High School of Science yang mahal, melanjutkan ke Bowdoin College di Maine -- universitas yang menjadi benteng pemikiran progresif.

Tahun 2015, dengan nama samaran Young Cardamom, Mamdani terjun ke dunia rap. Ia dipengaruhi Das Racist, grup hip-hop yang beranggotakan dua orang keturunan India. Namun, upayanya menembus dunia musik profesional yang kompetitif tidak bertahan lama. Ia beralih menjadi politisi dan menyebut diri sebagai artis kelas dua.

Mamdani tertarik politik setelah tahu rapper Himanshu Suri, yang tapil dengan nama samaran Heems, mendukung kandidat dewan kota dan berkampanye. Mamdani memulainya dengan menjadi kanselor penyecegahan penyitaan, membantu pemilik rumah yang kesulitan keuangan agar tidak kehilangan rumah.

Tahun 2020, Mamdani terpilih sebagai anggota parlemen dari Queens -- kota yang dihuni komunitas miskin dan migran. Ia juga mewakili Queens di Majelis Negara Bagian New York.


Muslim Progresif

Mamdani adalah sosialis yang mendeklarasikan diri. Ia terpilih kembali tiga kali, menciptakan citra yang menjadi ciri khasnya, yaitu seorang Muslim progresif yang nyaman dengan jamuan Idul Fitri.

Ia pendukung setia Palestina, menyebut Israel sebagai negara apartheid, dan menganggap perang di Gaza sebagai genosida. Ia memicu kemarahan komunitas Yahudi New York, tapi dia tidak peduli. Semua yang disampaikannya adalah sikap yang harus diketahui banyak orang.

Di sisi lain ia mengecam antisemitisme dan Islamophobia. Namun itu tidak membuat Presiden Donald Trump menggunakan bahasa yang sopan saat berkomentar tentang Mamdani.

Trump menyebut Mamdani sebagai komunis cilik, pembenci Yahudi, dan mengancam akan memangkas dana federal. Costas Panagopoulos, profesor ilmu politik Universitas Northeastern, mengatakan Mamdani bisa dibilang orang luar, alias outsider, dari kalangan elite.

"Ia sukses menggalang dukungan dari pemilih yang tidak puas dengan status quo dan kalangan elite yang mengabaikan kebutuhan dan preferensi kebijakan mereka," kata Panagopoulos.
 

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.