REQNews.com

Donald Trump: Warga New York akan Meninggalkan 'Kota Komunis'

News

Jumat, 07 November 2025 - 08:59

Foto: Indian ExpressFoto: Indian Express

Miami, REQNews.com -- Presiden AS Donald Trump merespon kemenangan Zohran Mamdani dengan mengatakan; "Warga New York akan segera meninggalkan 'kota komunis'.

"Partai Demokrat menempatkan seorang komunis untuk memimpin kota terbesar," kata Trump di depan pendukungnya di Miami, Rabu lalu. "Ini akan menempatkan Miami sebagai tempat perlindungan mereka yang melarikan diri dari komunisme di New York."

Mamdani menyebut diri sosialis. Trump meletakan stigma komunis di kening Muslim pertama yang memenangkan pemilihan kota New York.

Mamdani menarik jutaan pendukung berkat kampanye menjadikan New York sebagai kota terjangkau bagi semua. Ia menganjurkan perumahan terjangkau, kepemilikan publik atas utilitas, pajak kekayaan, dan bus gratis.

Platform kampanye Mamdani menuai kritik kalangan moderat dan Partai Republik menuduhnya mendorong ide-ide radikal komunis dan populis. Pendukungnya mengatakan proposal Mamdani akan mengatasi krisis perumahan dan ketimpangan yang memburuk di New York.

Publik AS sejak lama memandang ideologi komunis sebagai ancaman demokrasi dan pasar bebas. Washington menerapkan strategi penahanan global, mengintervensi konflik di Korea di Vietnam, mendukung rezim anti-komunis, dan terlibat dalam Perang Dingin versus Uni Soviet.

Analis mencatat Trump sering menggunakan istilah komunis sebagai retorika untuk mendiskreditkan lawan. Ia menyebut isu kampanye Kamala Harris, lawan dalam pemilu presiden 2024, untuk pengendalian harga pangan sebagai komunis sepenuhnya.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.