REQNews.com

Dhaka Desak India Ekstradisi Sheikh Hasina, Ketegangan Dua Negara Memanas

News

Senin, 24 November 2025 - 16:03

Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina (Foto:Istimewa)Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina (Foto:Istimewa)

DHAKA, REQNews  — Hubungan Bangladesh dan India memasuki fase paling tegang dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Bangladesh secara terbuka menekan New Delhi agar segera mengekstradisi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang pekan lalu dijatuhi hukuman mati in absentia. Nada peringatan Dhaka jelas, India akan menanggung konsekuensi jika terus memberikan perlindungan politik kepada mantan sekutunya itu.

Hasina, 78 tahun, divonis bersalah oleh pengadilan kejahatan internasional di Bangladesh atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Ia disebut bertanggung jawab atas penanganan brutal demonstrasi mahasiswa pada masa pemerintahannya, gelombang protes yang, menurut data PBB, merenggut 1.400 nyawa.

Pemerintah Bangladesh tak menunggu lama. Surat resmi mendesak ekstradisi dikirim ke New Delhi pada Jumat lalu. Touhid Hossain, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Bangladesh, menyebut sikap India melindungi Hasina sebagai langkah “tidak bersahabat”, bahkan pelanggaran terhadap perjanjian ekstradisi 2013.

Dhaka juga menyamakan perlindungan terhadap Hasina sebagai bentuk pelecehan terhadap sistem peradilan mereka. Dalam pernyataan bernada keras, Kemlu Bangladesh menyebut tindakan India sebagai “parodi keadilan” bagi negara mana pun yang memberi suaka kepada seorang terpidana kejahatan serius.

Hasina melarikan diri ke India setelah digulingkan melalui aksi people power pada Agustus 2024. Selama 15 tahun berkuasa, ia dikenal sebagai pemimpin yang menjaga hubungan dekat dengan New Delhi—ironi yang kini berubah menjadi titik rawan dalam kalkulasi politik kedua negara.

India, sejauh ini, memilih berhati-hati. Dalam pernyataan resminya, Kemlu India menyebut telah “mencatat putusan pengadilan” tapi berhenti berbicara soal ekstradisi. Sikap ambigu ini memicu kecemasan di Dhaka serta memperlebar spekulasi bahwa New Delhi tengah menunda keputusan politik yang bisa mengguncang stabilitas kawasan.

Media Bangladesh Prothom Alo melaporkan bahwa Dhaka setidaknya telah mengajukan tiga permintaan ekstradisi sejak Hasina kabur ke India, namun belum satu pun direspons secara substantif.

Jika tekanan terus meningkat dan Dhaka benar-benar mengambil langkah pembalasan diplomatik, kawasan Asia Selatan bisa menyaksikan krisis paling serius antara dua negara bertetangga itu sejak awal 2010-an.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.