REQNews.com

Batang Anai, Saksi Sunyi Pengabdian Terakhir Tiga Prajurit yang Membantu Evakuasi Longsor

News

Sunday, 30 November 2025 - 20:00

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

PADANG PARIAMAN, REQNews - Air Sungai Batang Anai siang itu bergerak pelan, membawa sisa lumpur dari longsoran yang sejak beberapa hari terakhir meluluhlantakkan kawasan Lembah Anai. Di antara ranting dan potongan kayu yang hanyut, tim SAR Gabungan berhenti di sebuah tikungan sungai di Kayu Tanam, Padang Pariaman. Jarum jam baru melewati pukul dua siang, Jumat 28 November 2025, ketika seorang rescuer melihat sesuatu tersangkut di bebatuan.

Mereka mendekat. Sunyi beberapa detik. Lalu kabar itu menyebar cepat, jenazah Prada Zeni Marpaung ditemukan.

Prada Zeni, anggota Subdenpom XX/5 Padang telah dicari sejak sehari sebelumnya. Ia hilang setelah longsor susulan menyapu area Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang Barat, ketika ia bersama dua rekannya membantu evakuasi warga. Longsoran kedua itu datang tiba-tiba, membawa serta material batu, lumpur, dan batang pohon yang menutup seluruh jalur. Tiga prajurit itu terseret arus kekacauan yang tak sempat mereka antisipasi.

Tim Inafis Polda Sumbar memastikan identitas jenazah. Kepastian itu menutup satu bab pencarian, sekaligus membuka bab lain yang lebih menyakitkan: dua prajurit telah ditemukan, satu masih hilang.

Sebelumnya, Serda Robi, Babinsa Koramil X/Koto, sudah lebih dulu ditemukan. Kini satu nama masih menunggu kabar, Pelda Yudi Gusnadi, anggota Subdenpom XX/5 Padang yang hilang di lokasi yang sama. Tim SAR masih menyisir sungai, lereng, dan hamparan longsoran sambil berpacu dengan waktu dan hujan yang terus turun tanpa jeda.

Di Padang, suasana muram tak bisa disembunyikan. Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, menyampaikan belasungkawa mewakili Panglima dan keluarga besar Kodam. Suaranya tertahan ketika menyinggung keberanian para prajurit itu.

“Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya dalam pernyataan yang dikonfirmasi Markas Besar TNI, Minggu, 30 November 2025. “Pengabdian mereka adalah pengingat bahwa tugas kemanusiaan adalah kehormatan tertinggi.”

Di markas, para prajurit berdiri dalam senyap. Foto Serda Robi dan Prada Zeni berjejer dengan pita hitam. Belum ada kabar tentang Pelda Yudi, tapi harapan masih digantungkan pada pasukan pencari yang terus bekerja sejak hari pertama.

Di luar duka TNI, Sumatera Barat masih berkutat dengan bencana terbesar. BNPB mencatat 90 orang meninggal dunia hingga Sabtu, 29 November 2025. Sebanyak 85 orang masih hilang, dan 10 orang terluka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi.

“Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa,” ujar Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, dalam siaran pers, Minggu, 30 November 2025. Ribuan keluarga itu tersebar di pos-pos pengungsian, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Jalur provinsi dan nasional banyak yang terputus. Sejumlah jembatan roboh. Truk-truk logistik tertahan karena jalan tak lagi bisa dikenali. Meski demikian, bantuan dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, disusul logistik tambahan yang dikawal kepolisian.

BNPB menurunkan 24 personel untuk mempercepat penanganan. Dari Bandara Minangkabau, bantuan dari Presiden mulai dari alat komunikasi hingga makanan siap saji diturunkan sejak pagi. Pesawat Caravan dan helikopter Bell 505 dikerahkan untuk menjangkau titik-titik yang terisolasi.

Di sana, pencarian belum selesai. Dan di seluruh Sumatera Barat, hari-hari ini masih berlangsung dalam semacam kesunyian panjang antara upaya bertahan, kehilangan, dan harapan, nama yang belum ditemukan itu Pelda Yudi Gusnadi.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.