REQNews.com

Presiden Vanezuela Nicolas Maduro Menolak Jadi 'Budak' AS

News

Tuesday, 02 December 2025 - 20:47

Foto: The AustraliansFoto: The Australians

Caracas, REQNews.com -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Senin 1 Desember, berpidato di depan rakyatnya untuk menegaskan kembali sikapnya. Saat yang sama, Presiden AS Donald Trump dan penasehat keamanannya membahas persiapan invasi ke Venezuela untuk menggulingkan Maduro.

"Kami tidak menginginkan perdamaian budak, atau perdamaian koloni," kata Maduro. "Koloi, jangan pernah. Budak, jangan pernah."

Menurut Maduro, Venezuela menginginkan perdamaian dengan kesetaraan, kedaulaan, dan kebebasan. Venezuela tidak akan menerima perdamaian dan menjadi budak atau koloni AS.

AS kehilangan pengaruh di Venezuela setelah Hugo Chave berkuasa. Tahun 2013 Chavez meninggal, dan digantikan Nicolas Maduro. Chavez dan Maduro relatif memiliki sikap politik serupa, yaitu anti-AS. Ia tidak ingin kekayaan alam Venezuela, terutama minyak, dikeruk Washington.

Washington melakukan banyak upaya menggulingkan Chavez, dan gagal. Setelah Maduro berkuasa, upaya serupa terus dilakukan dan tak berhasil. Kini Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk menginvasi Venezuela, menggulingkan Maduro, dan menempatkan orangnya sebagai presiden.

Trump meningkatkan tekanannya dalam beberapa hari terakhir, dengan pengerahan militer ke Karibia. Washington menyebut semua ini sebagai kampanye anti-perdagangan narkoba. Caracas mengaakan AS sedang mencari cara menggulingkan Maduro.

AS mengerahkan 15 ribu tentara ke Karibia dan mengerahkan kapal induk terbesar. Washington melancarkan 21 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba dari Karibia dan Pasifik.

Para ahli mengatakan kekuatan senjata AS yang dikerahkan jauh melebih yang diperlukan untuk operasi perdagangan narkoba. Caracas mengatakan AS sedang mempertimbangkan untuk menyerang Venezuela dan memaksa Nicolas Maduro turun takhta.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.