REQNews.com

Golden Triangle, Jeju, hingga Brasil, Rantai Panjang Jaringan Narkoba Dewi Astutik

News

Thursday, 04 December 2025 - 09:01

Ilustrasi narkoba (Foto:Istimewa)Ilustrasi narkoba (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Badan Narkotika Nasional kembali membuka lapisan baru dari jaringan narkotika internasional Dewi Astutik, 43 tahun, atau Paryatin, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain besar dalam peredaran sabu dari kawasan Golden Triangle.

Dari hasil komunikasi dengan otoritas Korea Selatan, BNN menyatakan bahwa Dewi ternyata bukan hanya buronan Indonesia, tetapi juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Negeri Ginseng.

“Dari pendalaman didapatkan info benar Paryatin alias Dewi Astutik merupakan DPO Negara Korea Selatan,” kata Kepala BNN, Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, Rabu, 3 Desember 2025.

Informasi itu diperoleh setelah Kejaksaan Korea Selatan mengonfirmasi adanya warga negara Indonesia yang terlibat jaringan Dewi di Jeju. WNI itu, Iqbal, ditangkap Bea Cukai Korsel karena diduga menjadi kurir dalam jejaring yang dirajut Dewi sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Suyudi, Dewi aktif merekrut warga Indonesia di luar negeri, khususnya mereka yang menganggur di Kamboja. Mereka direkrut untuk mengisi celah operasi jaringan internasional yang beroperasi lintas negara.

“Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Kamboja serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung,” ujarnya.

BNN memetakan area operasi Dewi cukup luas, mulai dari Indonesia dan Kamboja hingga Laos, Hong Kong, Korea Selatan, Brasil, dan Ethiopia. Para kurir bekerja berpindah lintas batas, memanfaatkan jaringan distribusi narkotika internasional yang terhubung dengan Golden Triangle.

Jejak Dewi akhirnya terhenti dalam operasi gabungan di Kamboja awal pekan ini. Dalam operasi senyap yang melibatkan BNN, kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, hingga Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Dewi diamankan saat berjalan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

“Dewi Astutik, yang juga menjadi buronan Korea Selatan, diamankan saat menuju lobi sebuah hotel,” kata Suyudi.

Mantan Kapolda Banten itu menyebut operasi dilakukan cepat dan presisi tanpa menimbulkan kegaduhan. Setelah diringkus, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas dan proses serah-terima resmi antarotoritas. Penangkapan ini menjadi salah satu capaian besar BNN dalam membongkar jaringan 2 ton sabu bernilai Rp 5 triliun yang sempat mengguncang Indonesia.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.