Rusia Culik Bocah Ukraina dan Mengirimnya ke Korea Utara
Kiev, REQNews.com -- Rusia diduga menculik dua bocah Ukraina dari wilayah yang diduduki dan mengirimnya secara paksa ke Korea Utara (Korut).
Kateryna Rashevska, pengacaar yang berafiliasi dengan sebuah organisasi hak asasi manusia di Ukraina, memberikan kesaksian resmi pada Rabu pekan lalu dalam sidang Senat AS yang diadakan di Washington . Menurutnya, setidaknya dua bocah diculikpasukan rusia dari wilayah timur Ukraina dan dikirim ke sebuah kamp di Korut.
Dua bocah itu bernama Misha dan Liza. "Misha berusia 12 tahun dan berasal dari Donetsk. Liza berusia 16 tahun dan berasal dari Siemferopol," kata Rashevska. "Keduanya kini berada di Kamp Songdowon, 9.000 kilometer dari rumahnya."
Di kamp itu, masih menurut Rashevska, anak-anak itu mendapat pendidikan anti-Jepang dan anti-AS, Keduanya dikabarkan bertemu dengan pejabat-pejabat penting Korut.
"Pusat Regional untuk Hak Asasi Manusia mendokumentasikan 165 kamp reedukasi di mana anak-anak Ukraina dimiliterisasi dan di-Rusia-kan," kata Rashevska. "Kamp-kamp ini berada di wilayah pendudukan, Rusia, Belarus, dan Korea Utara."
Pada sidang yang sama, Nathaniel Raymond -- direktur eksekutif Laboratorium Penelitian Kemanusiaan di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale --memberikan kesaksian terpisah. Ia memperkirakan setidaknya 35.000 anak Ukraina saat ini ditahan atau dikendalikan oleh Rusia.
Jumlah anak-anak yang diculik oleh pasukan Rusia yang dikonfirmasi secara resmi mencapai 19.546, menurut basis data nasional "Anak-anak Perang" Ukraina.
Namun, karena banyak yang diadopsi secara paksa ke dalam keluarga Rusia atau dipindahkan ke fasilitas militerisasi, pelacakan mereka menjadi sulit dan jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Faktanya, beberapa pejabat Ukraina memperkirakan bahwa antara 150.000 dan 300.000 anak saat ini terlantar di wilayah Rusia, dan investigasi terbaru oleh Kyiv Independent menunjukkan bahwa sekitar 1,6 juta anak Ukraina saat ini tidak dapat meninggalkan wilayah yang dikuasai Rusia.
Pemerintah Ukraina sangat mendesak pemulangan anak-anak ini.
Pada hari Senin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara pada pertemuan tingkat tinggi di Paris yang diselenggarakan di bawah inisiatif internasional "Bring Kids Back," mengatakan bahwa hanya 1.859 anak yang diculik Rusia telah dipulangkan, dan memohon dukungan internasional yang berkelanjutan
Juga pada hari Senin, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang menuntut agar Rusia segera dan tanpa syarat mengembalikan semua anak Ukraina yang diculik secara ilegal.
Sebelumnya, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan pada tahun 2023 untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Komisaris Rusia untuk Hak Anak Maria Lvova-Belova, yang meminta pertanggungjawaban mereka atas deportasi paksa anak-anak.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
