Thailand Perluas Medan Tempur di Perbatasan, Dua Warga Sipil Kamboja Tewas
Phnom Penh, REQNews.com -- Thailand, Selasa 9 Desember, meperluas medan tempur dengan menembaki Propinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, Banteay Meanchey, Komune Thrna Da, Distrik Veal Veng, Pripinsi Pursat, O Phlok Damrey, sepanjang malam. Dua warga sipil tewas.
Khmer Times, mengutip Kementerian Pertahanan Kamboja, memberitakan penembakan terhaap Daerah Militer 5 hampir tanpa henti sepanjang malam. Tembakan ke Distrik Thrna Puok dan Propinsi Banteay Meanchey semakin intensif setelah tengah malam. Dua warga sipil yang sedang berkendara di Jl Nasional 56 tewas.
Samdech Techo Hun Sen, mantan PM dan orang paling berpengaruh di Kamboja, merespon serangan Thailand mengunggah pesan melalui media sosial, yang mengatakan; "Setelah lebih 24 jam bersabar untuk menghormati gencatan senjata dan membutuhkan waktu mengevakuasi warga ke daerah aman, kini kami merespon serangan sepanjang malam pagi ini."
"Menurut PM Thailand Anutin Charnvirakul, kami akan menggunakan kekuatan untuk menyerang 11 titik yang kami tidak tahu di mana titik itu," lanjut Hun Sen. "Untuk memudahkan lokasinya, seluruh angkatan bersenjata kami harus menyearng semua titik yang saat ini diserang musuh."
Kamboja, masih menurut Hun Sen, mempertahankan wilayah dengan parit pertahanan yang kuat dan menggunakan segala jenis senjata. Thailand tidak akan bisa merebut parit karena kepala mereka tidak tertutup besi. "Strategi ini akan memberi kesempatan kepada kami menghancurkan kekuatan lawan melalui serangan balik," kata Hun Sen.
Beberapa jam sebelumnya, Bangkok Post memberitakan jet tempur F-16 Thailand menghancurkan kasino yang digunakan sebagai stasiun kendali pesawat nirawak Kamboja. Thailand juga menargetkan pangkalan-pangkalan roket yang mengancam pertahanan Thailand.
Juru bicara AD Thailand Mayjen Winthai Suvaree mengatakan kasino itu terletak di seberang perbatasan Chong An Ma di Distrik Nam Yen, Ubon Ratchathani. Kasino itu dipastikan hancur bersama seluruh isinya.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.