Viral Modus Penipuan Impor Tas Branded Palsu, Pelaku Jual Cerita Sedih hingga Jalankan Jastip Terselubung
JAKARTA, REQnews - Viral sebuah unggahan di media sosial Threads dengan akun @tomorrowneverdies25 pada Kamis 11 Desember 2025. Unggahan ini menjelaskan kronologi seorang wanita bernama Melda Indriyani Kaunang yang diduga melakukan penipuan mirip serial ‘Inventing Anna’.
Pada unggahan di media sosial, dijelaskan bahwa Melda Indriyani Kaunang (MIK) sempat viral di Threads dengan akun yesterdayn0more. Ia disebut terus mengubah penampilannya dan membangun citra sebagai sosok yang sukses di Paris.
“Sosoknya kerap berubah; dulu berhijab, sekarang tidak, dan entah nanti bermasker atau bercadar. Ia membangun citra sebagai mantan diaspora sukses di Paris yang hidup glamor di apartemen belakang Menara Eiffel,” demikian tulis di media sosial.
Ia mengklaim sebagai pemilik tunggal restoran "Borneo à Paris", tempat yang sering dikunjungi pejabat hingga Prabowo Subianto. Padahal, faktanya ada partner bisnis yang menjadi tumpuan utamanya di sana, namun sosok partner ini justru ia singkirkan dari cerita suksesnya.
Modusnya yaitu dengan menceritakan cerita kesedihan mulai dari kejatuhannya sebagai seorang miliarder hingga menjadi penghuni kos-kosan sempit berharga Rp500 ribu/bulan.
Saat itu, ia mengklaim terlilit utang hingga mencapai Rp78 miliar karena ditipu komplotan pengusaha batu bara. Suaminya disebut mengalami gangguan jiwa dan anaknya dititipkan kepada orang tuanya.
Kehidupan sederhanannya dipamerkan seolah-olah hidup dengan upah UMR dan berjualan online. Ia mengklaim mampu melunasi utangnya sedikit demi sedikit.
Alhasil diduga banyak orang tertarik dan penasaran akan bisnis yang ia jalankan karena mampu mendapatkan uang dengan waktu yang singkat.
Momen ini dimanfaatkan dengan mulai menjerat korban. a menawarkan solusi bisnis: impor tas branded palsu (fake Bag) dari China. Sistemnya yaitu investor menaruh modal, keuntungan dibagi dua (50:50). Adapun fase Awal (bulan 1-3): Pembayaran lancar jaya untuk membangun kepercayaan.
Lalu apda bulan ke 4 dan seterusnya korban yang menaruh modal lebih besar mengalami pembayaran macet dengan alasan barang tertahan di Bea Cukai hingga ada oknum pejabat yang diklaim meminta bagian. Padahal, diduga uang tersebut diputar layaknya skema ponzi alias gali lubang tutup lubang.
Bahkan menurut unggahan, siasat MIK dalam menipu sangat besar karena sampai menyewa apartemen yang disulap menjadi "studio tas", lengkap dengan lemari display tas branded (palsu). Beberapa Investor bahkan diberi akses ke studio ini bahkan menginap agar merasa aman.
Ironisnya, unggahan ini menyebut bahwa aliran dana tersebut juga mengalir ke anggota keluarga MIK mulai dari suami, adik dan orang tuanya.
Sementara itu, siasat MIK untuk mengakali pelanggan dengan bisnis travelnya. Ia menawarkan paket tur murah dan peserta harus bersedia dititipi iPhone dari negara asal dengan mendaftarkan data pribadi mereka di IMEI. Hal ini diduga adalah modus jastip terselubung dengan memanfaatkan kuota penumpang dan mereka tidak sadar dijadikan ‘kurir’ oleh MIK.
Jejak kejahatan MIK juga sudah menjalar ke Eropa dengan modus mengajak diaspora dan membuka restoran. Saat ini total kerugian dari beberapa orang di grup kecil ditaksir mencapai Rp1 Miliar.
Pada akhir unggahan, dijelaskan bahwa ia masih terus menjalankan bisnisnya. Maka, sang pengunggah menduga bahwa MIK tidak mengoperasikan bisnisnya secara individu melainkan melibatkan banyak pihak.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
