REQNews.com

Kurus, Warganet Minta Beruang di Taman Hutan Raya Sultan Adam Diselamatkan

News

Sunday, 14 December 2025 - 18:00

KALSEL, REQNews - Beruang itu mondar-mandir tanpa henti. Langkahnya kecil, berulang, seolah tak tahu ke mana harus pergi. Tubuhnya tampak jauh dari kata ideal, kurus, tulang rusuknya terlihat jelas, bulunya kusam. Di balik jeruji kandang di Taman Hutan Raya Sultan Adam, Kalimantan Selatan, satwa liar itu seperti terperangkap dalam kesunyian yang panjang.

Video tentang kondisi beruang tersebut viral di media sosial sejak akhir pekan lalu. Salah satunya diunggah akun Threads @cacaazrq. Dalam rekaman singkat itu, beruang berbadan kecil terlihat berjalan memutar tanpa jeda, perilaku yang kerap dikaitkan dengan stres pada satwa liar. Tak ada narasi panjang dalam unggahan tersebut, hanya kalimat permohonan yang terasa putus asa.

“Bantu up yuk, Masya Allah udah nggak bisa berkata lagi. Siapa pun tolong selamatkan beruang itu. Kalian tolong tag siapa pun itu, ini posisi ada taman bermain Tahura Kalimantan Selatan,” tulis akun tersebut, dikutip Minggu, 14 Desember 2025.

Unggahan itu memantik reaksi warganet. Kolom komentar dipenuhi kesaksian orang-orang yang mengaku pernah melihat langsung kondisi beruang tersebut. Banyak dari mereka menyebut pengalaman itu meninggalkan luka emosional.

“Beberapa bulan lalu saya ke sini bareng anak. Ada beruang madu mondar-mandir seperti stres. Saya dan anak langsung nangis, langsung pulang. Setelah itu nggak mau ke sana lagi. Melihat langsung lebih menyayat hati,” tulis seorang warganet.

Komentar lain tak kalah pedih. “Itu beruang? Astaghfirullah, sampai kurus kering begitu. Kayak nggak pernah dikasih makan,” tulis pengguna lain.

Beruang itu seolah menjadi ironi yang hidup. Sebab, Taman Hutan Raya Sultan Adam di Kabupaten Banjar selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam favorit di Kalimantan Selatan. Hutan, pegunungan, dan udara sejuknya menjadi magnet wisatawan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bahkan mencatat pendapatan asli daerah dari kawasan ini mencapai Rp11 miliar sepanjang 2024.

Angka itu kontras dengan kondisi satwa yang dipamerkan di dalamnya. Di tengah gemerlap promosi wisata dan deretan pengunjung yang datang untuk menikmati alam, seekor beruang hidup dalam ruang sempit dengan tubuh yang kian menyusut. Stres yang tampak dari gerakannya seperti pesan yang tak terucap bahwa ada yang keliru dalam cara manusia memperlakukan alam dan penghuninya.

Bagi sebagian pengunjung, Tahura Sultan Adam adalah tempat berlibur. Bagi beruang itu, tempat yang sama justru menyerupai penjara. Dan ketika video tersebut menyebar luas, publik tak hanya melihat seekor beruang yang kurus. Mereka melihat cermin dari kelalaian tentang bagaimana sebuah kawasan yang menghasilkan miliaran rupiah bisa gagal menjaga satu nyawa yang tak bisa bersuara.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.