REQNews.com

Serangan Drone Gagal, Rusia Tuduh Ukraina Targetkan Putin

News

Selasa, 30 Desember 2025 - 09:03

Presiden Rusia, Vladimir PutinPresiden Rusia, Vladimir Putin

MOSKOW, REQNews — Pemerintah Rusia menuding Ukraina berupaya membunuh Presiden Vladimir Putin melalui serangan drone jarak jauh yang diarahkan ke kediaman dinasnya. Moskow menyatakan serangan itu berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Tudingan tersebut disampaikan ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov, kepada wartawan pada Senin, 29 Desember 2025. Menurut dia, target serangan adalah kediaman resmi Putin di wilayah Novgorod. Ushakov menegaskan, serangan itu tidak menimbulkan korban karena berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Ushakov mengatakan, peristiwa itu terjadi tak lama setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu, 28 Desember 2025. Pertemuan tersebut, menurut pihak Amerika Serikat, disebut sebagai langkah positif dalam upaya membuka jalan menuju penyelesaian konflik Rusia–Ukraina.

“Segera setelah apa yang dinilai Amerika Serikat sebagai putaran negosiasi yang berhasil di Mar-a-Lago, rezim Kiev justru melancarkan serangan teroris berskala besar menggunakan drone jarak jauh,” ujar Ushakov, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Selasa, 30 Desember 2025.

Ia menambahkan, informasi mengenai serangan itu telah disampaikan langsung oleh Putin kepada Trump dalam percakapan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak akan mengabaikan serangan militer yang disebut menyasar dirinya secara langsung.

Hingga kini, otoritas Ukraina belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Moskow tersebut. Konflik Rusia–Ukraina sendiri telah berlangsung sejak Februari 2024 dan terus diwarnai eskalasi serangan lintas wilayah, termasuk penggunaan drone jarak jauh oleh kedua belah pihak.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.