Perang Hampir Empat Tahun, Zelensky Tegaskan Ukraina Tak Akan Menyerah pada Rusia
KIEV, REQNews - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menegaskan sikap keras negaranya terhadap Rusia. Dalam pidato menyambut Tahun Baru 2026, Zelensky menyatakan Ukraina tidak akan menyerah, sekalipun perang telah berlangsung hampir empat tahun dan menguras tenaga rakyatnya.
Zelensky menekankan bahwa Kyiv memang menginginkan konflik segera berakhir. Namun, ia menolak gagasan perdamaian yang mengharuskan Ukraina mengorbankan kedaulatan wilayah dan masa depan bangsanya. Ia secara terbuka menyinggung tuntutan Moskow agar Ukraina menyerahkan empat wilayah sebagai bagian dari kesepakatan damai.
“Kami ingin perang ini berakhir, tetapi kami tidak akan mengakhiri Ukraina itu sendiri,” tegas Zelensky dalam pidatonya.
Ia mengakui kelelahan telah dirasakan secara luas oleh masyarakat Ukraina akibat perang berkepanjangan. Meski demikian, menurutnya, rasa lelah tersebut tidak bisa disamakan dengan kemauan untuk menyerah kepada agresi Rusia.
“Kami sangat lelah. Tapi itu tidak berarti kami siap menyerah. Siapa pun yang berpikir demikian, keliru,” ujarnya.
Pidato tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tensi antara Kiev dan Moskow menjelang pergantian tahun. Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato Tahun Barunya menyatakan optimisme bahwa Rusia akan memenangkan perang dan menyerukan dukungan penuh rakyat Rusia terhadap operasi militer yang dijalankan.
Ketegangan kian meningkat setelah Rusia menuduh Ukraina melancarkan serangan puluhan drone ke sejumlah wilayah Rusia, termasuk dugaan upaya menyasar kediaman Presiden Putin. Moskow mengklaim seluruh drone berhasil dicegat dan memperingatkan akan melancarkan serangan balasan yang lebih besar.
Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai alasan yang digunakan Rusia untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Kiev.
Di tengah situasi tersebut, Zelensky mengungkapkan bahwa perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat telah mencapai sekitar 90 persen kesepakatan. Namun, ia menilai bagian tersulit justru berada pada sisa 10 persen pembahasan.
“Sepuluh persen terakhir ini akan menentukan masa depan perdamaian, Ukraina, Eropa, dan cara kita semua hidup ke depan,” kata Zelensky.
Pernyataan ini menegaskan posisi Ukraina yang tetap bertahan dan melawan, seraya mengirim pesan bahwa Kyiv tidak akan tunduk pada tekanan Rusia, meski perang telah membawa dampak besar bagi rakyat dan perekonomian negara tersebut.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.