REQNews.com

Kolombia dan AS Tegang, Ini Balasan Petro Usai Diancam Donald Trump

News

Tuesday, 06 January 2026 - 19:00

Gustavo Petro (foto Twitter PopulismUpdate)Gustavo Petro (foto Twitter PopulismUpdate)

JAKARTA, REQNews  – Ketegangan antara Kolombia dan Amerika Serikat kembali menguat setelah Presiden Kolombia Gustavo Petro melontarkan pernyataan keras menyusul ancaman yang disampaikan Presiden AS Donald Trump terhadap pemerintahan Kolombia.

Melalui unggahan di media sosial pada Senin 5 Januari 2026, Petro menyatakan kesiapannya untuk membela negaranya jika menghadapi intervensi asing. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas komentar Trump yang membuka kemungkinan tindakan militer terhadap Kolombia dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.

“Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi. Tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi,” ujar Petro, mantan anggota kelompok gerilya sayap kiri, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Petro dikenal sebagai salah satu pemimpin Amerika Latin yang kerap mengkritik kebijakan luar negeri Donald Trump. Dalam beberapa hari terakhir, hubungan kedua pemimpin semakin memanas setelah Trump melontarkan pernyataan bernada ancaman.

Presiden AS itu sebelumnya menyinggung penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sebuah peristiwa yang dinilai melanggar hukum internasional oleh banyak pakar. Trump bahkan menyebut bahwa tindakan serupa terhadap pemerintahan Petro “terdengar bagus,” dalam pernyataannya kepada wartawan pada Minggu 4 Januari 2026.

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit, yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya lama lagi,” ujar Trump.

Pemerintah Kolombia segera merespons. Kementerian Luar Negeri Kolombia mengecam pernyataan Trump dan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan yang tidak dapat dibenarkan dalam urusan dalam negeri negara berdaulat serta bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

Trump menuding Petro membiarkan penyelundupan narkoba ke Amerika Serikat. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Presiden Kolombia. Petro menegaskan bahwa pemerintahannya justru berupaya memberantas produksi narkoba dengan pendekatan yang lebih menekankan kebijakan sosial dan pembangunan, bukan semata pendekatan militer.

Dalam pernyataan terpisah, Petro menyampaikan keyakinannya pada dukungan rakyat Kolombia. Ia juga menyerukan agar masyarakat tetap waspada terhadap segala bentuk tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.

“Saya percaya pada rakyat saya. Karena itu, saya meminta rakyat untuk membela presidennya dari setiap tindakan kekerasan yang tidak sah,” kata Petro.

Pernyataan saling serang antara kedua pemimpin ini semakin menyoroti rapuhnya hubungan diplomatik Kolombia dan Amerika Serikat, serta memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan politik di kawasan Amerika Latin.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.