REQNews.com

Polisi Ungkap Pria Tewas di Teras Masjid Pangkep Diantar Rombongan Remaja dari Makassar

News

Saturday, 10 January 2026 - 00:03

Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)Ilustrasi Mayat (Foto: Istimewa)

PANGKEP, REQNews — Kepolisian akhirnya mengungkap rangkaian peristiwa di balik kematian seorang pria paruh baya yang ditemukan tak bernyawa di teras Masjid Raodah Tuljannah, Kampung Laikang, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban diketahui diantar dari Kota Makassar menggunakan kendaraan angkutan kota atau pete-pete.

Kanit Tipidum Satreskrim Polres Pangkep Ipda Dipo Alam mengatakan, kendaraan yang mengantar korban berhasil diidentifikasi melalui rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Dari penelusuran tersebut, polisi menemukan mobil pete-pete yang dimaksud di wilayah Kecamatan Tallo, Kota Makassar, pada Rabu 7 Januari 2026 malam.

“Berdasarkan analisis CCTV dan penyelidikan di lapangan, kami berhasil mengamankan pete-pete yang digunakan korban sebelum meninggal dunia,” ujar Dipo, Kamis, 8 Januari 2026.

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengamankan sopir angkot berinisial MY (20). Sopir tersebut mengakui kendaraan yang dikemudikannya dipakai untuk mengangkut korban dari Makassar menuju Kabupaten Pangkep.

Menurut Dipo, pete-pete tersebut disewa oleh warga di Jalan Regge, Kelurahan Rappokalling, Makassar, dengan tarif Rp200 ribu. Para penyewa diketahui berjumlah sekitar 10 orang remaja yang berniat membantu korban pulang ke kampung halamannya.

“Keterangan saksi menyebutkan korban sehari-hari tinggal di depan rumah warga di Jalan Regge. Beberapa hari sebelum kejadian, korban mengeluh sakit dan meminta diantar pulang ke Segeri, Pangkep,” kata Dipo.

Dalam perjalanan, rombongan mengaku kesulitan menemukan alamat yang dimaksud karena korban tidak bisa menjelaskan lokasi secara detail. Korban sendiri yang memberikan petunjuk arah selama perjalanan. Sesampainya di wilayah Pangkep, rombongan sempat berhenti di kawasan Bambu Runcing untuk menanyakan arah.

“Kondisi korban semakin lemah dan alamat tujuan tidak jelas. Korban kemudian meminta diturunkan di masjid. Momen itu terekam kamera CCTV,” ujar Dipo.

Usai diturunkan, korban sempat meminta uang sebesar Rp100 ribu. Namun, warga hanya memberikan Rp50 ribu. Uang tersebut ditemukan polisi terselip di lipatan pakaian korban saat dilakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi memperkirakan korban berusia sekitar 60 tahun. Semasa hidup, korban diketahui bekerja sebagai juru parkir di Pasar Panampu, Makassar, dan dikenal warga sekitar dengan panggilan Budi, sesuai tato nama yang terdapat di tubuhnya.

Meski demikian, identitas resmi korban hingga kini belum diketahui. Polisi tidak menemukan kartu identitas, dan hasil pemeriksaan sidik jari juga tidak tercatat dalam data kependudukan.

“Diduga korban belum pernah melakukan perekaman e-KTP,” kata Dipo.

Terkait penyebab kematian, kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi dari Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Namun, keterangan awal dokter forensik menyebutkan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit jantung,” ujarnya.

Sementara itu, Polres Pangkep tengah mengupayakan proses pemakaman korban di wilayah Kecamatan Balocci, sembari terus menelusuri keberadaan keluarga korban.

Kasus ini sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik setelah beredar kabar bahwa korban diantar oleh tujuh orang tak dikenal. Hasil penyelidikan terbaru memastikan korban diantar oleh sekitar 10 remaja yang berniat membantu korban pulang ke kampung halamannya.

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.