Longsor Tumpukan Sampah di Cebu, 6 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang
CEBU, REQNews - Tragedi terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, Kota Cebu, Filipina bagian tengah. Tumpukan sampah raksasa dilaporkan longsor dan menimbun para pekerja sanitasi yang tengah beraktivitas. Hingga Sabtu 10 Januari 2026, sedikitnya enam orang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih belum ditemukan.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis 8 Januari 2026, saat puluhan pekerja berada di area pembuangan. Menurut perkiraan seorang anggota dewan kota, longsoran sampah yang runtuh memiliki ketinggian setara gedung 20 lantai. Sekitar 50 pekerja disebut berada di lokasi ketika bencana terjadi.
Sejak insiden tersebut, tim pencarian dan penyelamatan bekerja tanpa henti. Namun, proses evakuasi berjalan lambat dan penuh risiko. Puing-puing sampah dan material berat terus bergerak, memicu ancaman longsoran susulan.
“Setiap kali tumpukan bergeser, kami harus menghentikan operasi sementara demi keselamatan tim,” ujar petugas penyelamat Cebu, Jo Reyes, kepada AFP, Sabtu.
Jumlah korban tewas bertambah setelah dua jenazah kembali ditemukan pada Sabtu. Ketua Dewan Penanggulangan Bencana Kota Cebu, Dave Tumulak, mengatakan kedua korban masih tertimpa balok logam besar sehingga belum dapat dievakuasi.
“Kami sudah menemukan dua jenazah, tetapi masih terhalang balok logam berat. Tim sedang berusaha memotongnya agar evakuasi bisa dilakukan,” kata Tumulak, dikutip Minggu 11 Januari 2026.
Untuk mempercepat proses pencarian, pemerintah setempat mengerahkan sekitar 20 truk yang dilengkapi derek hidrolik dan peralatan pemotong khusus. Upaya ini dilakukan mengingat berat dan kompleksnya material yang menimbun area korban.
“Kami masih berharap ada korban yang selamat. Waktu menjadi faktor krusial, karena itu operasi dilakukan selama 24 jam,” ujar Tumulak.
Hingga kini, sebanyak 12 pekerja berhasil diselamatkan dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, keluarga korban terus menunggu dengan cemas di sekitar lokasi kejadian, berharap ada kabar baik dari tim penyelamat.
“Kami masih berharap dan terus berdoa untuk sebuah keajaiban,” kata anggota Dewan Kota Cebu lainnya, Joel Garganera.
Sejumlah foto yang dirilis pihak kepolisian memperlihatkan gunungan sampah menjulang di belakang bangunan administrasi dan area perumahan staf, yang diketahui menjadi tempat tinggal sebagian korban. Binaliw sendiri merupakan satu-satunya fasilitas pembuangan sampah untuk Kota Cebu dan wilayah sekitarnya, dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Hingga kini, operator fasilitas tersebut, Prime Integrated Waste Solutions, belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Kesaksian datang dari salah satu pekerja yang selamat, Rita Cogay (49). Ia mengaku lolos dari maut karena keluar sebentar untuk minum air sebelum bangunan di dekatnya runtuh.
“Suaranya sangat keras, saya kira ada helikopter. Ketika saya menoleh, yang terlihat hanya sampah dan bangunan yang ambruk,” tuturnya.
Garganera menyebut peristiwa ini sebagai bencana yang sebenarnya bisa diprediksi. Ia menjelaskan bahwa tumpukan sampah mudah menyerap air seperti spons, sehingga sangat rentan longsor, terutama saat hujan. Selain itu, keluhan terkait akses jalan curam menuju puncak lokasi pembuangan disebut telah lama disampaikan para pengemudi.
“Tidak perlu menjadi ahli untuk memahami bahwa kejadian seperti ini pada akhirnya akan terjadi,” ujarnya.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
