REQNews.com

Viral Kades di Jawa Tengah Mandi di Air Kubangan Jalan Rusak

News

Wednesday, 21 January 2026 - 15:00

Viral Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sunarso, mandi air kubangan (Foto:istimewa)Viral Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sunarso, mandi air kubangan (Foto:istimewa)

SRAGEN, REQNews - Aksi tak biasa dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sunarso. Ia mendadak menjadi perbincangan publik setelah videonya mandi di kubangan air jalan rusak beredar luas di media sosial. Aksi tersebut menjadi sorotan karena dilakukan langsung di tengah jalan berlumpur yang selama bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.

Dalam video yang viral, Sunarso tampak mengenakan seragam dinas kepala desa. Ia membasahi tubuhnya di genangan air berwarna kecokelatan yang bercampur lumpur, tepat di tengah jalan yang dipenuhi lubang. Jalan tersebut memang kerap tergenang air setiap kali hujan turun, membentuk kubangan-kubangan besar yang menyulitkan pengguna jalan.

Sunarso menjelaskan bahwa aksi tersebut bukanlah bentuk protes yang direncanakan. Ia mengaku kejadian itu berlangsung spontan ketika hendak berangkat bekerja. “Sebenarnya saya tidak sengaja protes. Tadi mau berangkat kerja malah kepeleset di situ, ya sekalian adus. Tidak ada rencana sama sekali,” ujar Sunarso, Selasa 20 Januari 2026.

Menurutnya, kondisi jalan tersebut telah rusak hampir delapan tahun atau sejak 2019. Warga setempat pun sempat menaruh harapan setelah muncul spanduk yang menyebutkan jalan tersebut akan dibangun pada 2025. Namun hingga awal 2026, perbaikan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Sunarso menyebut, bukan hanya dirinya yang mengalami kesulitan melintasi jalan itu. Banyak anak sekolah dilaporkan kerap terpeleset saat melewati jalur tersebut, bahkan sebagian memilih tidak mengenakan sepatu agar tidak kotor oleh lumpur. Hal ini diperparah karena posisi jalan berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.

Tak hanya membahayakan pejalan kaki dan pengendara motor, kendaraan roda empat pun sering kali tersangkut akibat kondisi jalan yang parah. Jalan sepanjang sekitar enam kilometer itu merupakan jalan kabupaten yang menjadi penghubung utama antara Desa Mlale dan Desa Ngepringan.

Sunarso menambahkan, terakhir kali jalan tersebut diaspal sekitar 24 tahun lalu. Saat ini, menurutnya, tidak ada lagi sisa aspal yang dapat ditemukan. “Itu akses vital. Tidak ada jalan alternatif. Akses ke pasar, sekolah, layanan kesehatan, semuanya lewat situ. Warga seperti terisolasi,” ungkapnya.

Melalui viralnya video tersebut, Sunarso berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian. Ia menegaskan warga tidak menuntut jalan yang mewah. “Tidak perlu bagus banget, yang penting rata, bisa dilewati, dan tidak becek,” harapnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.