Trump Sorot Pemimpin Dunia di Davos, Sindir PM Kanada dan Presiden Prancis
DAVOS, REQNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian di World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam pidatonya di Davos, Swiss, Rabu 21 Januari 2026, Trump tidak hanya menonjolkan kekuatan ekonomi AS, tetapi juga melontarkan kritik dan sindiran tajam kepada sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan mantan Presiden Swiss Karin Keller-Sutter.
Kritik Trump terhadap Carney muncul sehari setelah PM Kanada itu menyampaikan pidato di forum yang sama, menyoroti penggunaan kekuatan ekonomi oleh negara besar sebagai alat tekanan geopolitik. Trump menilai Kanada justru terlalu mengandalkan AS dan tidak bersyukur. “Kanada hidup karena AS. Ingat itu, Mark, ketika Anda membuat pernyataan berikutnya,” ujarnya kepada para hadirin.
Pidato Carney sebelumnya dipuji di Kanada sebagai salah satu pidato paling berpengaruh sejak Perang Dunia II. Carney tidak menyebut Trump secara langsung, tetapi menekankan bahwa dunia sedang mengalami “keretakan, bukan sekadar transisi” dan menyerukan negara-negara kecil bekerja sama melawan tekanan negara besar. Saat ini, Kanada masih terdampak tarif AS pada logam dan otomotif, sekaligus menunggu pembaruan perjanjian USMCA.
Trump juga menyoroti Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sehari sebelumnya membahas ketidakstabilan global dan menyinggung upaya AS melemahkan Eropa melalui ancaman tarif. Trump menyindir kacamata hitam aviator berwarna biru reflektif yang dikenakan Macron, sambil mengomentari kondisi mata presiden Prancis yang mengalami perdarahan subkonjungtiva. Meski tidak berbahaya, Trump menggunakan kesempatan itu untuk menyisipkan humor khasnya.
Trump lebih jauh menilai masa depan politik Macron suram. “Dia orang baik. Saya suka Macron, tetapi dia tidak akan berada di sana lebih lama lagi,” ujarnya kepada wartawan Gedung Putih. Trump sebelumnya mengancam tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis karena Macron menolak bergabung dengan inisiatif Dewan Perdamaian Gaza yang digagasnya.
Selain itu, Trump menceritakan pengalaman interaksinya dengan mantan Presiden Swiss Karin Keller-Sutter. Ia menyebut Keller-Sutter terlalu “repetitif” saat bernegosiasi mengenai tarif produk Swiss, hingga akhirnya ia menaikkan tarif dari 30 persen menjadi 39 persen. Akhirnya, setelah tekanan dari perusahaan besar Swiss, termasuk Rolex, tarif diturunkan menjadi 15 persen, meski Trump menegaskan kemungkinan kenaikan masih terbuka.
Pidato Trump di Davos kali ini kembali menegaskan gaya khasnya: mengombinasikan pembelaan terhadap kepentingan ekonomi AS dengan komentar langsung dan sindiran kepada para pemimpin dunia, menciptakan momen kontroversial sekaligus mengundang perhatian media internasional.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
