Ini Alasan KPK Cecar Dito Ariotedjo Perihal Kunker Jokowi di Kasus Kuota Haji
JAKARTA, REQnews - Alasan pemeriksaan terhadap mantan Menpora Dito Ariotedjo dalam kasus korupsi pemberian kuota haji oleh eks Menag Yaqut Cholil Qoumas diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan Dito diperiksa terkait asal-usul penambahan kuota haji yang terjadi pada era Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, ketika itu Dito ikut menemani Jokowi saat pergi ke Arab Saudi.
"Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia," ujarnya kepada wartawan, Jumat 23 Januari 2026.
"Karena memang kami melihat, Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik, karena memang Pak Dito pada saat itu berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari pemerintah Indonesia," katanya.
Budi juga memerlukan keterangan Dito karena tambahan 20 ribu kuota haji berasal dari Pemerintah Arab Saudi dalam kunjungan kerja Jokowi ke Saudi. Pemberian tersebut dilakukan mengingat panjangnya antrean ibadah haji reguler yang bisa sampai 30 sampai 40 tahun.
"Atas permasalahan yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Arab tersebut, kemudian kita diberikan tambahan sejumlah 20 ribu," katanya.
Dito disebut mengetahui latar belakang asal-usul dari pemberian tambahan kuota haji.
"Jadi memang Pak Dito ini mengetahui latar belakang asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji," katanya.
Dito menegaskan jika ia diajak Jokowi saat itu karena ada pembahasan perjanjian kerja sama dengan Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) termasuk di bidang olahraga.
"Kebetulan waktu itu olahraga menjadi sektor yang Kerajaan Arab Saudi ingin kerja sama. Jadi waktu itu ada tanda tangan MOU juga. Ini MOU-nya tadi saya bawa. Untuk yang Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya," katanya.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
