REQNews.com

Lebih dari 100 Warga Dikarantina Usai Lima Kasus Nipah Terdeteksi di Benggala Barat

News

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:00

Ilustrasi virusIlustrasi virus

BENGGALA BARAT, REQNews - Lebih dari 100 orang di negara bagian Benggala Barat, India, diminta menjalani karantina mandiri setelah otoritas kesehatan mengonfirmasi lima kasus virus Nipah. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan infeksi baru yang dilaporkan pekan ini, sementara dua lainnya adalah tenaga perawat yang sebelumnya dinyatakan positif.

Menurut laporan Press Trust India, tiga kasus terbaru melibatkan seorang dokter, seorang perawat, dan seorang staf kesehatan. Pasien-pasien dengan infeksi terbaru kini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Menular Beleghata, di wilayah timur Kolkata. Adapun dua kasus sebelumnya masih menjalani perawatan intensif di unit perawatan intensif (ICU) sebuah rumah sakit swasta.

Seorang pejabat senior Departemen Kesehatan Benggala Barat mengatakan kondisi perawat laki-laki menunjukkan perbaikan, sementara pasien perempuan masih dalam keadaan kritis. “Keduanya dirawat di ICCU (Intensive Coronary Care Unit),” ujarnya, seperti dikutip Independent.

Mantan Presiden Indian Medical Association cabang Cochin, Rajeev Jayadevan, menyebut infeksi virus Nipah pada manusia tergolong jarang dan umumnya terjadi akibat kontak tidak sengaja dengan kelelawar, misalnya melalui konsumsi buah yang terkontaminasi. “Risiko lebih tinggi di wilayah pedesaan atau dekat hutan, di mana aktivitas pertanian meningkatkan interaksi manusia dengan kelelawar pemakan buah,” kata Jayadevan.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikannya sebagai patogen prioritas karena berpotensi memicu wabah besar. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk infeksi virus ini.

Para ahli di India, yang hampir setiap tahun menghadapi kasus Nipah, mengingatkan potensi bahaya penularan virus tersebut. Mereka menilai virus Nipah telah lama beredar pada populasi kelelawar dan khawatir munculnya varian mutan yang lebih mudah menular ke manusia.

Selain melalui kontak dengan hewan terinfeksi, penyakit ini juga dapat menyebar lewat cairan tubuh manusia, seperti air liur, urin, dan darah. Penularan antarmanusia telah tercatat dalam sejumlah kasus.

Sejak pertama kali muncul di Kerala pada 2018, virus Nipah telah menyebabkan puluhan kematian. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1998 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura, yang kemudian meluas ke Singapura.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.