Komedian Jerman Coba Kibarkan Bendera AS di Greenland, Penduduk Marah
Nuuk, REQNews.com -- Maxi Schafroth, komedian asal Jerman berusia 41 tahun, mencoba mengibarkan bendera AS di tiang dekat pusat kebudayaan di Nuuk -- ibu kota Greenland. Penduduk yang kebetulan melintas marah dan menggagalkannya.
EuroNews melaporkan penduduk yang marah membawa Schafroth ke kantor polisi. Saat ditanya tentang identitasnya, Schafroth mengaku sebagai pejabat AS. Media lokal mengatakan polisi menjatuhkan denda kepada Schafroth.
Avaaraq Olsen, walikota distrik Kommuneqarfik Sermersooq yang mencakup Nuuk, tak bisa menyembunyikan kemarahannya. "Ini tidak lucu. Sangat berbahaya," katanya.
"Mengibarkan bendera negara asing di pusat kebudayaan di ibu kota kami, bendera negara adidaya yang mengisyaratkan akan mencaplok kami dengan kekuatan senjata, bukan lelucon," kata Olsen.
Warga Greenland, khususnya anak-anak, sedang dihantui ketakutan akan kemungkinan AS datang dan menebar kematian. "Ketika Anda memperkuat ketakutan itu untuk konten, klik, atau tawa, Anda tidak bersikap berani dan kreatif," katanya. "Anda menambah penderitaan warga kami yang sudah rentah."
Schafroth dikenal di Jerman atas keterlibatannya dalam program satir 'Extra Drei', yang disiarakan saluran regional nDR da menarik lebih satu juga pemirsa. Dalam pernyataan kepada Der Spiegel, NDR menyatakan penyesalan aas ulah Schafroth.
Pemerintah Greenland sedang berupaya mengurangi tekanan dan kecemasan pada penduduk yang disebabkan oleh ancaman berulang Presiden AS Donald Trump untuk merebut wilayah Arktik tersebut.
Ambisi teritorial Trump yang sudah lama terhadap Greenland, wilayah otonom Denmark, telah memicu krisis paling serius dalam sejarah NATO sejak dibentuk pada tahun 1949.
Presiden AS mengatakan bahwa kepemilikan Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS dan mengklaim, tanpa memberikan bukti, bahwa jika AS tidak menguasai wilayah tersebut, Rusia atau China akan melakukannya.
Sejak itu, ia telah menarik kembali ancaman penggunaan kekerasan untuk memperoleh Greenland dan memulai pembicaraan dengan Kopenhagen dan Nuuk.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.