REQNews.com

Densus 88 Temukan Enam Bom Molotov dalam Ledakan di SMPN 3 Sungai Raya Kalbar

News

Kamis, 05 Februari 2026 - 14:30

Temuan bom molotov dalam kasus ledakan di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat (Foto: Densus 88)Temuan bom molotov dalam kasus ledakan di SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat (Foto: Densus 88)

JAKARTA, REQnews - Densus 88 Antiteror Polri menemukan enam bom molotov dalam kasus pelemparan molotov oleh siswa SMPN 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat di lingkungan sekolah pada Selasa 3 Februari 2026. 

“Enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (bom molotov),” kata Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dikutip pada Kamis 5 Februari 2026. 

Selain itu, pihaknya juga menemukan satu pisau dan lima buah gas portable yang pada bagian sampingnya direkatkan petasan, paku, dan pisau. 

Mayndra menyebut bahwa dalam kejadian tersebut, terdapat empat petasan yang diledakkan untuk memicu bom molotov agar meledak juga. 

Meski demikian, bom molotov tersebut tak terpicu untuk meledak. Namun, akibat peristiwa tersebut menyebabkan seorang siswa terluka. 

Lebih lanjut, Mayndra mengatakan siswa yang melakukan peledakan bergabung dalam grup yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem, True Crime Community (TCC). 

“Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan,” kata Mayndra. 

Ia menjelaskan bahwa anak tersebut diduga mengalami tekanan psikologis akibat masalah keluarga dan menjadi korban perundungan, hingga menimbulkan keinginan untuk balas dendam. 

“Yang bersangkutan merupakan korban perundungan dan memiliki keinginan untuk melakukan balas dendam kepada rekan-rekannya, juga diduga kuat menghadapi masalah keluarga. Balas dendam itu kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” ujarnya. 

Diketahui, sebelumnya terjadi insiden peledakan bom molotov ini terjadi di SMPN 3 Sungai Raya, Selasa 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.40 WIB. Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah jam istirahat sekolah berakhir. 

Suara ledakan keras membuat suasana belajar berubah mencekam dan memicu kepanikan siswa yang berlarian keluar kelas. 

Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni membenarkan bahwa terduga pelaku merupakan siswa aktif di sekolah tersebut dan telah diamankan tak lama setelah kejadian. 

Meski sempat memunculkan percikan api dan kepulan asap, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Respons cepat pihak sekolah dan warga sekitar mencegah api merambat ke bangunan utama. 

Polisi telah memasang garis polisi di sejumlah ruang kelas dan mengamankan barang bukti. Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kubu Raya bersama tim forensik Polda Kalimantan Barat juga diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. 

Kepolisian memastikan situasi sekolah telah terkendali dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.