Lebih 8.000 Tentara Korea Utara Masih Bercokol di Rusia
Kiev, REQNews.com -- Intelejen Ukraina mengatakan Korea Utara (Korut) menempatkan lebih 8.000 tentara di wilayah Kursk, Rusia, dan mengindikasikan eksistensi Pyeongyang yang berkelanjutan selama konflik Rusia-Ukraina.
Berbicara kepada KoreaJoongAng Ilbo, seorang pejabat intelejen Ukraina (GUR) mengatakan sampai Januari 2026 unit-unit tentara Korut masih berpartisipasi dalam operasi tempur di bawah komando Rusia. Kekuatan mereka antara 8.000 sampai 10 ribu.
Kursk kini tidak lagi dikuasi Ukraina. Rusia merebut kembali wilayah itu dengan bantuan tentara Korut tahun lalu. Pyeongyang dan Moskwa mengumumkan perebutan kembali wilayah itu.
Pejabat GUR mengatakan tentara Korut terlibat dalam penembakan di dekat perbatasan Ukraina, pengintaian udara, dan pengendalian tembakan untuk sistem roket peluncuran ganda (MLRS).
Artinya, pasukan Korut berpartisipasi dalam pengintaian udara untuk mengidentifikasi target atau memandu tembakan artileri, serta memainkan pearn aktif dalam operasi drone.
Keterlibatan ini menunjukkan bahwa pasukan Korea Utara mendapatkan pengalaman langsung dengan taktik MLRS sambil meningkatkan akurasi serangan secara real-time.
Ukraina mearik sebagian besar pasukannya dari wilayah Kursk. Pasukan Korut di Kursk yang tersisa tampaknya dikerahkan dalam peran defensif, bukan diterjunkan dalam pertempuran gaya parit yang terlihat pada tahap awal keterlibatan mereka.
Kursk telah dibahas sebagai potensi alat tawar-menawar dalam gencatan senjata atau negosiasi perdamaian, mungkin untuk ditukar dengan wilayah Ukraina yang saat ini diduduki oleh Rusia, seperti Donbas dan Krimea. Para analis percaya bahwa pasukan Korut mungkin membantu Rusia mengamankan daerah tersebut untuk mencegah Ukraina mendapatkan kembali pengaruh dalam negosiasi.
GUR juga mengatakan bahwa sekitar 3.000 tentara Korut diyakini telah kembali ke rumah setelah mendapatkan pelatihan dan pengalaman tempur. Pasukan ini diharapkan akan ditugaskan kembali di Korut sebagai instruktur untuk membantu memodernisasi doktrin militer, struktur kekuatan, dan sistem senjata.
Menurut otoritas intelijen, Korut awalnya mengerahkan sekitar 11.000 pasukan, termasuk unit dari Korps XI, yang juga dikenal sebagai Korps Badai, dan Biro Umum Pengintaian, diikuti oleh pengerahan kedua sebanyak 1.000 hingga 3.000 pasukan, dan pengerahan ketiga sekitar 6.000 pasukan zeni — sehingga totalnya menjadi 17.000 hingga 20.000 personel.
Dari jumlah tersebut, diperkirakan sebanyak 2.000 orang tewas, dengan 4.000 hingga 5.000 orang terluka. Fakta bahwa 8.000 hingga 10.000 pasukan masih berada di Kursk menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil yang sejauh ini telah kembali ke Korut.
Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korut pada Desember 2025, yang menunjukkan upacara menandai kembalinya unit zeni, menggambarkan sekitar 1.000 tentara berpose dengan pemimpin Korut Kim Jong-un, beberapa di antaranya duduk di kursi roda karena cedera.
Pada 30 Juni tahun lalu, Korut merilis rekaman propaganda yang menunjukkan Kim memeluk peti mati yang diselimuti bendera nasional dan meneteskan air mata. Kurang dari 10 peti mati terlihat dalam video tersebut.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
