REQNews.com

Serangan di Area PT Freeport, 1 Anggota TNI Tewas dan 2 Luka

News

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:00

Pasukan TNI berjaga di Papua (Foto: Istimewa)Pasukan TNI berjaga di Papua (Foto: Istimewa)

JAYAPURA, REQNews – Insiden kontak tembak kembali terjadi di wilayah Papua. Kali ini, baku tembak berlangsung di KM 50 area PT Freeport Indonesia pada Rabu 11 Februari 2026, melibatkan aparat TNI dan kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Peristiwa tersebut terjadi saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura, Kodim 1710/Mimika tengah menjalankan tugas di wilayah itu. Rombongan kendaraan PT Freeport Indonesia dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 Area PT FI. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Tri Purwanto, Rabu 11 Februari 2026.

Berdasarkan laporan awal yang diterima Kodam XVII/Cenderawasih, satu prajurit TNI, Serka AC, gugur dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, Sertu H mengalami perdarahan pada bagian hidung. Selain anggota TNI, seorang warga sipil berinisial HR yang merupakan karyawan KPI PT Freeport juga mengalami luka tembak dan masih menjalani perawatan.

Saat ini, aparat keamanan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Pihak TNI juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas keamanan di kawasan tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” tegasnya.

TNI menyatakan akan meningkatkan kewaspadaan di sejumlah titik rawan, khususnya di area objek vital nasional, demi memastikan keamanan masyarakat dan para pekerja tetap terjaga.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.