Iran Rilis Nama Pejabat Israel yang Masuk Target Serangan, Berikut Daftarnya
JAKARTA, REQNews - Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah televisi pemerintah Iran, Ofogh, menayangkan daftar tujuh pejabat tinggi Israel yang disebut sebagai target. Tayangan tersebut disiarkan langsung pada Jumat 13 Februari 2026.
Dalam siaran itu, foto para pejabat ditampilkan dengan simbol bidikan, yang secara luas dimaknai sebagai bentuk ancaman terbuka. Nama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi sorotan utama.
Selain Netanyahu, daftar tersebut juga memuat sejumlah pejabat penting di sektor keamanan Israel, termasuk Direktur Mossad David Barnea, Menteri Pertahanan Israel, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), hingga pimpinan Angkatan Udara, Intelijen Militer, dan Direktorat Operasi.
Pembawa acara bahkan menyampaikan ancaman dalam bahasa Ibrani. Ia menyatakan pihaknya akan “menentukan waktu kematian” para target dan menyebut penggunaan drone Ababil, pesawat tanpa awak produksi Iran.
Muncul Saat Iran Bersiap Lanjutkan Negosiasi Nuklir
Siaran bernada ancaman itu muncul di saat Iran bersiap menjalani putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai program nuklirnya. Negosiasi tersebut ditujukan untuk meredakan ketegangan dan membuka peluang pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Namun, langkah menayangkan daftar target dinilai sebagai pesan bahwa jalur diplomasi tidak mengubah sikap keras Iran dalam isu keamanan. Sejumlah pengamat melihatnya sebagai bagian dari strategi menjaga posisi tawar.
Dengan menunjukkan kesiapan militer dan kemampuan serangan balasan, Iran ingin menegaskan bahwa dialog dengan Washington tidak berarti mereka berada dalam posisi lemah.
Pesan Ancaman Lewat Spanduk dan Visual Militer
Sebelumnya, Iran juga memasang spanduk yang menampilkan sejumlah lokasi strategis di Israel sebagai sasaran potensial. Beberapa lokasi yang disebut antara lain Bandara Ben-Gurion, kompleks militer Kirya di Tel Aviv, pangkalan Direktorat Intelijen IDF di Glilot dekat Herzliya, serta kota-kota seperti Tel Aviv-Jaffa, Herzliya, Ramat Gan, dan Bnei Brak.
Spanduk itu memuat judul berbahasa Inggris “You start, we finish”. Sementara teks dalam bahasa Ibrani memperingatkan wilayah tersebut akan menghadapi “hujan rudal”.
Visual yang ditampilkan memperlihatkan ilustrasi meja komando dengan tombol peluncuran merah, rudal balistik, jet tempur, serta perangkat komunikasi militer. Pesan yang ingin ditegaskan jelas: Iran siap merespons jika terjadi serangan terhadap wilayah atau fasilitas strategisnya.
Israel Balas dengan Operasi Informasi
Di sisi lain, Israel merespons meningkatnya ketegangan dengan pendekatan berbeda. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai menyebarkan pesan berbahasa Persia yang ditujukan langsung kepada masyarakat Iran.
Dalam pesan tersebut, militer Israel mengajak warga Iran menjalin komunikasi dengan badan intelijen Mossad melalui saluran resmi yang diklaim aman dan rahasia. IDF juga mengingatkan agar masyarakat hanya menggunakan akun dan tautan yang telah diverifikasi untuk menghindari penipuan atau informasi palsu.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari operasi informasi Israel. Selain memperluas jaringan pengumpulan data, pendekatan tersebut juga bertujuan membangun komunikasi langsung dengan publik Iran dan mempengaruhi opini di dalam negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel memang aktif menjalankan kampanye digital berbahasa Persia melalui media sosial dan berbagai platform daring. Kontennya beragam, mulai dari isu keamanan, ajakan kerja sama, hingga upaya membangun citra di tengah rivalitas politik dan militer kedua negara.
Ketegangan yang berlangsung saat ini menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi masih berjalan, persaingan strategi—baik militer maupun informasi—antara Iran dan Israel tetap berlangsung terbuka.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.