Thailand Rilis Daftar 10 Spesies Burung yang Ancam Keselamatan Penerbangan
Bangkok, REQNews.com -- Thailand, Selasa 17 Februari, merilis daftar 10 spesies burung yang mengancam keselamatan penerbangan, dengan 6.118 insiden tabrakan dalam lima tahun terakhir yang menyebabkan kerugian puluhan juta dolar AS.
Bangkok Post melapokan Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) telah membunyikan alarm akibat semakin sering tabrakan pesawat dengan burung. Data resmi periode 2020-2025, yang dilaporkan awak pesawat, menunjukan 6.119 insiden tabrakan.
Tabrakan burung dan pesawat semakin intensif dalam beberapa tahun tearkhir. Sepanjang 2024 dan 2025, misalnya, terjadi puluhan tabrakan yang menimbulkan kerusakan bernilai 530 juta bath. Data ini menggarisbawahi tekanan keselamatan dan biaya yang semakin meningkat pada industri penerbangan.
Kerugian finansial, tulis Bangkok Post, meluas jauh melampaui biaya perbaikan. CAAT mengatakan tabrakan burung membuat pesawat tidak beroperasi, mengganggu jadwal penerbangan, dan memicu biaya tambahan untuk perawatan dan kompensasi penumpang.
Penundaan dan pembatalan dapat berdampak pada jaringan maskapai penerbangan, mempengaruhi perjalanan wisatawan dan operasi bandara, serta mengikis kepercayaan terhadap kinerja otoritas penerbangan dan maskapai.
Regulator penerbanganmenyusun informasi terperinci tentang 10 spesies burung yang paling sering dikaitkan dengan insiden berisiko dengan pesawat terbang. Memahami apa yang dimakan burung-burung, di mana mereka bersarang, dan bagaimana mereka bergerak dianggap penting untuk mengelola bahaya satwa liar secara lebih efektif di bandara-bandara di seluruh negeri.
Burung-burung itu adalah bangau putih besar timur, merpati liar, elang hitam, burung pipit merah, burung pipit paruh terbuka Asia, merpati berbintik, burung layang-layang rumah, bangau bercorak, bebek bersiul kecil, dan burung layang-layang lumbung, spesies yang umum ditemukan di dalam dan sekitar lapangan terbang dan jalur penerbangan.
CAAT mencatat bahwa lebih dari 80 persen laporan tabrakan burung di Thailand gagal mengidentifikasi spesies yang terlibat, sehingga membatasi kemampuan pihak berwenang dan operator bandara untuk menganalisis risiko secara akurat atau merancang langkah-langkah pencegahan yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi lokal.
Bagi sektor penerbangan Thailand yang berkembang pesat, para pejabat mengatakan bahwa data yang lebih baik dan kesadaran yang lebih tajam tentang risiko satwa liar adalah kunci untuk mengurangi insiden, melindungi penumpang, dan menjaga pesawat tetap aman di udara.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.