Ukraina Diam-diam Pekerjakan Pilot Veteran NATO untuk Terbangkan F-16
Kiev, REQNews.com -- Ukraina diam-diam mempekerjakan skuadron pilot veteran NATO untuk menerbangkan jet tempur F-16 yang disumbangkan AS.
Media Prancis Intelligence Online, Senin 16 Februari, memberitakan pilot-pilot veteran itu ditempatkan jauh di garis depan dan fokus pada pencegatan senjata jarak jauh Rusia. Mereka bukan lagi bagian militer negara asal, tapi bekerja sebagai kontraktor sipil, tanpa pangkat militer, dan berada di luar rantai komando Ukraina.
Namun, laporan itu dibantah Ukraina dengan mengatakan misi rahasia itu bergantung pada veteran Angkatan Udara (AU) AS dan Belanda yang berpengalaman. Moskwa telah lama mencium hal ini, dan memperingatkan negara-negara Barat sedang mendekati koflik langsung dengan Rusia.
Ukraina tak punya pilot yang mampu menerbangkan jet tempur buatan Barat. Negara itu juga hanya punya sedikit pilot, dan semuanya sulit beradaptasi dengan jet tempur F-16.
Kiev dan negara-negara Barat mengatasi masalah ini dengan membuka kursus pelatihan. Namun, itu tidak mudah. Kendala paling serius adalah bahasa, kurangnya peserta latihan yang berbakat, serta masalah yang disederhanakan untuk mempercepat proses.
Tak lama setelah F-16 pertama tiba di Ukraina pada Agustus 2024, Kiev mulai kehilangan pilot dalam misi pertahanan udara yang gagal, dengan empat insiden yang diakui. Kiev mengatasi masalah ini dengan mendatangkan skuadron asing yang menyediakan pilot berpengalaman menerbangkan F-16 yang canggih.
Moskow memandang konflik Ukraina sebagai perang proksi NATO-Rusia, di mana elemen-elemen kunci dari upaya militer Kiev – termasuk intelijen, perencanaan, pelatihan pasukan, dan pemeliharaan perangkat keras Barat yang kompleks – ditangani oleh personel asing.
Para spesialis Barat dilaporkan terlibat dalam serangan Ukraina menggunakan rudal jelajah Storm Shadow/SCALP yang diluncurkan dari udara di wilayah Rusia. Pejabat Jerman menentang penyediaan rudal Taurus karena Ukraina tidak dapat meluncurkannya secara independen.
Rusia juga mengatakan negara-negara Barat secara diam-diam mendukung perekrutan tentara bayaran oleh Kiev dari kalangan veteran militer mereka. Duta Besar Rodion Miroshnik memperkirakan bahwa sekitar 20.000 pejuang asing telah ikut serta dalam konflik di pihak Ukraina.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
