Hamas Ngaku Terbuka Kehadiran ISF di Gaza, Ini Syaratnya
JAKARTA, REQnews - Pengiriman pasukan militer ke Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dilakukan sejumlah negara termasuk Indonesia.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kehadiran pasukan internasional di wilayah tersebut, namun dengan beberapa syarat.
"Kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata, memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara tentara pendudukan dan rakyat kami di Jalur Gaza tanpa mencampuri urusan internal Gaza," ujar Qassem, pada Sabtu 21 Februari 2026.
ISF menargetkan untuk memiliki 2 ribu prajurit yang dilengkapi anggota kepolisian. Indonesia pun mengaku siap mengirimkan 8 ribu personel.
Hamas juga mengungkapkan jika Israel harus berhenti melancarkan serangan saat rekonstruksi Gaza yang diinisiasi BoP dimulai.
"Setiap proses politik atau setiap pengaturan yang dibahas mengenai Jalur Gaza dan masa depan rakyat Palestina harus dimulai dengan penghentian total agresi," ujar Hamas dalam sebuah pernyataan, Kamis 19 Februari malam waktu setempat.
Adapun pernyataan ini dikemukakan dalam merespons Israel yang bersikeras ingin agar para militan Hamas melucutkan senjata sebelum rekonstruksi dimulai.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
