Perang Kartel Narkoba vs Militer Melanda Sejumlah Kota di Meksiko
Guadajara, REQNews.com -- Pertempuran antara kartel narkoba versus aparat keamanan meletus di sejumlah kota di Meksiko, setelah seorang gembong terkemuka ditembak tentara.
Perang dimulai setelah Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla Trejo mengumumkan pasukan khusus membunuh Nemesio Oseguera Cervantes, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) berjuluk El Mencho. Militer berupaya menangkap Cervantes di kota Tapalpa, terjadi kontak senjata dan sang pemimpin menderita luka tembak.
CJNG merespon pengumuman itu dengan memblokir jalan dan menyerang kendaraan patroli di sejumlah kota di Propinsi Jalisco. Pablo Lemus Navarro, gubernur Jalisco, menyatakan keadaan darurat.
Kekerasan menyebar ke kota-kota di negara bagian Michoacan, Tamaulipas, dan sekitarnya. Video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan situasi di jalan-jalan kota yang dilanda pertempuran, dan orang-orang bersenjata lalu-lalang di jalan-jalan. Semua penerbangan masuk dan keluar dari Bandara Puerto Vallarta dan Guadalajara ditangguhkan.
Video-video mengerikan dari lokasi kejadian menunjukkan petugas keamanan yang terluka dan kendaraan patroli yang hancur, serta mayat-mayat yang tergeletak di pinggir jalan.
Rekaman dari dalam Bandara Guadalajara, bandara terbesar ketiga di Meksiko, menunjukkan orang-orang berlari ketakutan saat tembakan terdengar di kejauhan.
Video lain menunjukkan pria bersenjata dengan rompi antipeluru tiba di sebuah SPBU di Guadalajara dan membakarnya.
Kedutaan Besar AS di Meksiko telah mengeluarkan peringatan keamanan untuk negara tersebut, mendesak warga AS untuk mencari perlindungan, menghindari kerumunan, dan berhati-hati.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mendesak warga untuk tetap tenang dan terus mendapatkan informasi. “Di sebagian besar wilayah negara, aktivitas berjalan normal,” tulisnya di X.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CBS News bahwa AS berperan dalam penggerebekan terhadap El Mencho melalui gugus tugas anti-kartel gabungan yang dibentuk oleh militer Meksiko dan Komando Utara AS. Pejabat tersebut menggambarkan penggerebekan itu sebagai “operasi militer Meksiko.”
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
