REQNews.com

Korsel, India, hingga Serbia Imbau Warganya Tinggalkan Iran

News

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:02

Pasukan Iran (Foto:Istimewa)Pasukan Iran (Foto:Istimewa)

JAKARTA REQNews – Ketegangan yang kian memanas antara Iran dan Amerika Serikat (AS) membuat sejumlah negara bergerak cepat. Korea Selatan dan India secara resmi meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran di tengah kekhawatiran kemungkinan serangan militer.

Peringatan itu disampaikan Kedutaan Besar Korea Selatan di Iran melalui pemberitahuan keselamatan yang diunggah di situs resminya pada Minggu 22 Februari 2026. Dalam imbauan tersebut, kedutaan memperingatkan bahwa situasi keamanan di Iran bisa memburuk sewaktu-waktu.

“Laporan media baru-baru ini telah menyoroti meningkatnya ketegangan regional dengan cepat, dengan menyebutkan kemungkinan serangan AS terhadap Iran dan peringatan pembalasan dari Teheran,” kata kedutaan, melansir TRT, Selasa 24 Februari 2026.

Kedutaan mendesak warga negara Korea Selatan untuk terus memantau perkembangan situasi melalui media dan pembaruan resmi. Mereka juga diminta mengambil langkah-langkah pencegahan tambahan demi keselamatan pribadi.

Tak hanya itu, warga Korea Selatan yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara tersebut “sesegera mungkin”, kecuali jika keberadaan mereka dinilai sangat penting. Bagi yang berencana bepergian ke Iran, kedutaan meminta agar perjalanan dibatalkan atau ditunda.

Langkah serupa diambil India. Dalam pernyataan terpisah yang diunggah di platform X pada Senin, Kedutaan Besar India di Teheran menyarankan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran menggunakan moda transportasi apa pun yang tersedia, termasuk penerbangan komersial. Warga India juga diminta menghubungi kedutaan apabila membutuhkan bantuan, termasuk melalui nomor darurat yang telah dibagikan.

Selain Korea Selatan dan India, Kementerian Luar Negeri Serbia juga mengeluarkan imbauan agar warganya meninggalkan Iran “sesegera mungkin” dan menunda rencana perjalanan ke negara tersebut. Imbauan itu disampaikan dengan alasan memburuknya situasi keamanan akibat meningkatnya ketegangan regional, seperti dilaporkan Gulf News.

Peringatan dari sejumlah negara ini muncul seiring peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di wilayah tersebut bersama tambahan jet tempur. Sementara itu, USS Gerald R Ford disebut tengah menuju kawasan yang sama.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis lalu memberi tenggat waktu 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk mencapai hasil dalam negosiasi sebelum opsi militer dipertimbangkan. Ia kembali menegaskan ancaman tersebut pada Jumat, bahkan menyebut kemungkinan serangan terbatas untuk menekan Iran agar menyepakati kesepakatan yang “serius”.

Di tengah situasi yang memanas, secercah jalur diplomasi masih terbuka. Kedua negara dijadwalkan menggelar putaran baru negosiasi nuklir di Jenewa, Swiss, pada Kamis mendatang, sebagaimana dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Oman pada Minggu.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.