REQNews.com

Perkuat Sinergi Polri-BPN, Kapolda Sumsel Dorong Mitigasi Konflik Agraria untuk Jaga Kamtibmas

News

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:15

Pertemuan antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa 24 Februari 2026 (Foto: Humas Polri)Pertemuan antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa 24 Februari 2026 (Foto: Humas Polri)

SUMATRA SELATAN, REQnews - Kapolda Sumatra Selatan, Irjen Sandi Nugroho menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam mitigasi konflik agraria untuk menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kepastian investasi di Sumatra Selatan. 

Hal itu dikatakan Sandi dalam pertemuan strategis antara Polda Sumsel dan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatra Selatan di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa 24 Februari 2026. 

Pertemuan tersebut membahas percepatan sertifikasi dan penertiban administrasi aset negara sebagai langkah pencegahan terhadap potensi sengketa lahan yang dapat berdampak pada gangguan kamtibmas. 

Sandi menekankan bahwa persoalan agraria tidak dapat dipandang semata sebagai urusan administratif, melainkan isu strategis yang beririsan langsung dengan stabilitas sosial, keamanan, dan keberlangsungan pembangunan daerah. 

“Konflik pertanahan yang tidak tertangani secara sistematis dapat berkembang menjadi konflik sosial yang mengganggu kamtibmas. Oleh karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terukur, berbasis data, dan berkelanjutan,” kata Sandi. 

Menurutnya, Sumsel merupakan wilayah strategis investasi, mulai dari sektor perkebunan, energi, hingga infrastruktur. Karena itu, kepastian hukum pertanahan menjadi prasyarat penting agar pembangunan berjalan tanpa hambatan akibat sengketa lahan. 

Kapolda juga menegaskan bahwa legalitas tanah yang jelas tidak hanya memberi perlindungan hukum terhadap aset negara, tetapi juga menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha. 

Jenderal bintang dua Polri itu menilai bahwa tanpa administrasi pertanahan yang tertib, potensi konflik akan meningkat dan berdampak langsung pada iklim investasi. 

Sebagai bentuk tindak lanjut, Polda Sumsel dan BPN Sumsel sepakat memperkuat koordinasi teknis melalui percepatan pendataan, verifikasi dokumen, serta sertifikasi aset yang belum terdokumentasi secara lengkap. 

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan BPN merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam menjaga stabilitas daerah. 

“Bapak Kapolda menempatkan penanganan konflik agraria sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kepastian hukum lahan memberikan rasa tenang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi,” kata Nandang. 

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Sumsel, Rahmat menyatakan komitmen BPN untuk mendukung langkah kolaboratif tersebut melalui verifikasi dokumen dan validasi lapangan secara menyeluruh, guna mencegah tumpang tindih kepemilikan yang kerap menjadi akar konflik agraria. 

Sebagai langkah lanjutan, Polda Sumsel bersama Kanwil BPN Sumsel akan menggelar konsolidasi teknis dengan jajaran Kapolres dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi di lapangan. 

"Penguatan sinergi Polri dan BPN ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pertanahan yang lebih tertib, memperkuat kepastian hukum, serta memastikan Sumatera Selatan tetap kondusif, aman, dan ramah investasi," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.