REQNews.com

Bom Jatuh di Kabul, Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan Dimulai

News

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:37

Foto: FacebookFoto: Facebook

Kabul, REQNews.com -- Pakistan, Jumat 27 Februari, membom kota-kota besar Afghanistan -- termasuk ibu kota Kabul -- dan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan 'konfrontasi habis-habisan' dengan pemerintah Taliban.

Jet-jet tempur Pakistan melengking di atas Kandahar dan Kabul, menjatuhkan bom, menimbulkan ledakan keras. Jalan-jalan di kedua kota itu sunyi setelah fajar.

Pemerintah Afghanistan, lewat juru bicara Zabihullah Mujahid, menyatakan tidak ada korban jiwa. Beberapa jam sebelumnya, Mujahid mengumumkan ofensif skala besar di perbatasan, sebagai tanggapan atas pelanggaran berulang yang dilakukan militer Pakistan.

Pemboman yang dilakukan Pakistan ini adalah respon terhadap ofensif skala besar yang dilancarkan Afghanistan.


Saling Tuduh

Islamabad menuduh Afghanistan gagal bertindak melawan militan yang menyerang Pakistan. Kabul membantah tuduhan itu. Menurut Taliban Afghanistan, sebagian besar serangan diklaim oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang meningkatkan serangan ke Pakistan sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul tahun 2021.

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya," kata Menhan Pakistan Khawaja Asif di platform media sosial X. "Sekarang kami mengobarkan perang terbuka antara Pakistan dan Afghaistan."

Michael Kugelman, pakar Asia Selatan, mengatakan serangan Pakistan kali ini menandai eskalasi signifikan dan berbahaya dibanding bentrok sebelumnya.

Pakistan, menurut Kugelman, memperluas terget serangan, tidak sekedar ke TTP tapi rezim Taliban Afghaistan.


Pelanggaran Berulang

Sejumlah negara berupaya mendamaian konflik ini. Qatar dan Turkiye, misalnya, beberapa kali memediasi dan menggelar perundingan gencatan senjata  tapi gagal menghasilkan kesepakatan langgeng.

Kedua pihak berulang kali melanggar kesepakatan dan saling tuduh. Arab Saudi terlibat dalam mediasi untuk membebaskan tiga tentara Paksitan yang ditangkap Afghanistan.

Iran, yang berbagi perbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan, juga menawarkan diri untuk memfasilitasi dialog penyelesaian konflik, tapi kedua negara seolah belum bersedia berdamai.

Afghanistan dan Pakistan malah sibuk mengklaim sukses saling bunuh tentara di perbatasan. PM Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan militernya memiliki kemampuan menghancurkan ambisi agresif apa pun.

Taliban Afghanistan, seperti biasa, tak punya kekuatan yang digembar-gemborkan tapi dunia tahu mereka punya daya tahan luar biasa menghadapi perang.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.