Spanyol Larang Pangkalan Dipakai Serang Iran, Trump Murka
WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memutus seluruh jalur perdagangan dengan Spanyol. Ancaman itu disampaikan setelah Madrid menolak memberikan izin penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran.
"Kami akan stop semua perdagangan dengan Spanyol."
"Kami tidak mau berurusan lagi dengan mereka," tegas Trump, seperti dikutip AP News.
Ketegangan bermula dari pernyataan Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares. Ia menegaskan pemerintahnya tidak akan mengizinkan pangkalan militer di wilayah selatan Spanyol dipakai untuk operasi yang tidak sejalan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sikap itu dinilai menghambat manuver militer Amerika Serikat dan Israel yang tengah melancarkan serangan terhadap Iran. Meski demikian, Trump mengklaim Washington tetap memiliki opsi untuk menggunakan fasilitas tersebut.
"Kalau mau, kami bisa terbang ke sana dan memakainya begitu saja."
"Tidak ada yang bisa melarang, tapi kami tidak harus melakukannya," ujar Trump.
Selain soal pangkalan militer, Trump juga menyinggung komitmen anggaran pertahanan Spanyol di NATO. Ia menuntut anggota aliansi itu menaikkan belanja pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Madrid menyatakan hanya mampu memenuhi angka 2,1 persen.
Perbedaan sikap itu memperlebar jurang hubungan kedua negara. Di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez, Spanyol dikenal mengambil posisi politik yang berbeda dengan Trump. Sánchez, salah satu pemimpin progresif di Eropa, secara terbuka mengkritik serangan Israel di Gaza, berseberangan dengan kebijakan luar negeri Washington.
Sebelum bersitegang dengan Madrid, Trump lebih dulu melontarkan kritik kepada Inggris. Ia menyoroti keputusan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang enggan terlibat langsung dalam serangan udara ofensif terhadap Iran.
Ancaman pemutusan perdagangan terhadap Spanyol menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah sekutu Eropa terkait konflik di Timur Tengah.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.