REQNews.com

Konflik Timur Tengah Memanas, Gelombang Pertama Evakuasi WNI dari Iran Tiba di Tanah Air

News

Wednesday, 11 March 2026 - 09:00

Bandara Soekarno Hatta Foto: Istimewa)Bandara Soekarno Hatta Foto: Istimewa)

TANGERANG, REQNews – Sebanyak 22 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya berada di Iran akhirnya tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa 10 Maret 2026. Pesawat yang membawa mereka mendarat sekitar pukul 17.48 WIB dan rombongan keluar dari area bandara sekitar pukul 18.40 WIB. Kedatangan mereka didampingi langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.

Sebelum tiba di Indonesia, para WNI tersebut terlebih dahulu menempuh perjalanan darat dari Teheran menuju Turki dengan melintasi wilayah Azerbaijan. Dari Turki, perjalanan dilanjutkan menggunakan pesawat hingga sampai di Indonesia.

Sugiono mengatakan, kepulangan 22 WNI itu merupakan bagian dari gelombang pertama repatriasi yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Ia menambahkan, dalam gelombang yang sama masih ada 10 WNI lainnya yang akan tiba di Indonesia pada hari berikutnya.

“Alhamdulillah pada sore hari ini kita menerima kedatangan saudara-saudara kita yang kembali dari Teheran yang tergabung dalam gelombang pertama proses repatriasi warga negara Indonesia. Besok 10 lagi yang berasal dari Iran,” kata Sugiono dalam konferensi pers di Soetta, Selasa.

Ia menjelaskan, langkah repatriasi tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran dan perwakilan RI di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Upaya ini ditujukan untuk memfasilitasi WNI yang ingin kembali ke Indonesia di tengah kondisi konflik yang sedang berlangsung.

“Beberapa hari yang lalu saya menyampaikan bahwa jika ada warga negara Indonesia yang ingin segera direpatriasi, Kedutaan Besar Republik Indonesia khususnya di Teheran untuk bisa segera melakukan proses repatriasi tersebut,” ujarnya.

Sugiono menuturkan, situasi keamanan di kawasan yang semakin memanas akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah mempercepat proses pemulangan WNI. Karena itu, Kemlu bersama pihak terkait mempersiapkan berbagai skenario jalur evakuasi yang aman.

“Kemudian juga logistiknya, jalur-jalur evakuasinya, negara mana yang wilayah udaranya terbuka, mana yang tertutup, perjalanan mana yang harus dilakukan dan sebagainya,” ungkap Sugiono.

Selain gelombang pertama, pemerintah juga membuka pendaftaran repatriasi tahap berikutnya bagi WNI yang masih berada di Iran. Hingga Selasa sore, sudah ada puluhan orang yang mendaftar untuk mengikuti pemulangan selanjutnya.

“Kemudian gelombang kedua saat ini per sore ini sudah ada 36 yang mendaftarkan diri untuk bisa repatriasi ke Tanah Air dari Iran,” tutur dia.

Sugiono juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar lebih berhati-hati jika berencana melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah. Ia meminta warga mempertimbangkan situasi keamanan di kawasan tersebut dan menunda perjalanan apabila tidak bersifat mendesak.

“Satu pesan bahwa jika ingin melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah, perhatikan kembali status situasi yang ada. Kemudian jika dianggap tidak mendesak atau tidak perlu, saya kira sebaiknya dibatasi sampai keadaan dan situasi benar-benar memungkinkan,” pungkasnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.