REQNews.com

Kapolri-Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas Jakpus

News

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:57

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat (Foto: Hastina/REQnews)Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Pangilma TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis 12 Maret 2026. 

Sigit mengatakan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan para personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektoral untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026. 

"Sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar," kata Sigit dalam amanatnya. 

Ia mengatakan bahwa momentum tersebut mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect di seluruh daerah, sepanjang seluruh rangkaian berjalan dengan baik, aman, dan lancar. 

Lebih lanjut, Sigit mengatakan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75 persen yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. 

Meski demikian, menurutnya pemerintah perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan. Terlebih, Sigit mengatakan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan mudah. 

"Antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere (wfa)," katanya. 

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri dan libur Lebaran, Polri dengan didukung TNI dan stakeholder terkait menyelenggarakan operasi terpusat dengan sandi Ketupat 2026 selama 13 hari. 

"Mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan," kata jenderal bintang empat Polri itu. 

Berdasarkan hasil rakor lintas sektoral, kata dia, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Di mana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. 

"Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 sampai dengan 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026," tambahnya. 

Selain itu, Sigit mengatakan bahwa Polri telah menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. 

"Pengamanan juga akan difokuskan terhadap 185.607 objek berupa masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara," ujarnya. 

Sigit pun menekankan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab bersama, untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. 

"Bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia. Selamat bertugas. Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan bagi masyarakat, bangsa, dan negara sebagai ladang ibadah untuk mendapatkan rida Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya.
 

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.