REQNews.com

Korea Utara Dapat Bayaran Rp 244 Triliun dari Pengiriman Pasukan ke Perang Rusia-Ukraia

News

Tuesday, 17 March 2026 - 00:11

Foto: ABC NewsFoto: ABC News

Seoul, REQNews.com -- Perang adalah bisnis, dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menjalankannya dengan baik. Sebuah laporan menyebutkan Korut menerima 14,4 miliar dolar AS atau Rp 244 triliun lebih dari ekspor senjata dan pengirim pasukan ke medan tempur Rusia-Ukraina.

Perkiraan penerimaan itu, menurut situs koreajoongangdaily, berasal dari laporan terbaru Im Soo-ho at the Institute for National Security Strategy, yang menghitung dampak ekonomi pengiriman tentara Korut dan ekspor senjata ke Rusia.

"Jika Korut sepenuhnya menerima pembayaran itu untuk pengerahan pasukan dan ekspor senjataya, dampak ekonomi dari sanksi  -- yaitu pengurangan pendapatan mata uang asing -- diperkirkan akan melemah," demikian laporan itu.

Korut mengirim pasukan empat kali sejak Oktober 2024, dengan total serdadu 20 ribu. Sebelum mengirim pasuka, Korut menyuplai senjata ke Rusia. Bukti untuk semua itu tertera dalam foto satelit.

Dari Agustus 2023 hingga Desember tahun lalu, Korut diperkirakan telah memperoleh antara 7,67 miliar dan 14,4 miliar dolar AS dalam mata uang asing, menurut laporan itu.

Pendapatan langsung dari pengerahan pasukan, termasuk gaji tentara dan kompensasi kematian, diperkirakan mencapai 620 juta dolar AS. Laporan tersebut memproyeksikan Korut akan memperoleh 560 juta dolar AS per tahun hanya dari pengerahan pasukan jika situasi saat ini berlanjut.

Namun, kompensasi aktual yang telah dikonfirmasi diterima Pyongyang diperkirakan sekitar 4 hingga 19,6 persen dari total pendapatan yang diproyeksikan.

Kompensasi yang dikonfirmasi terbatas pada barang-barang yang dapat dideteksi melalui pengamatan terbuka dan citra satelit, dan ada kemungkinan besar bahwa Korut akan menerima kompensasi tambahan untuk teknologi militer sensitif, suku cadang presisi, dan material di kemudian hari.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.