REQNews.com

Bos Es Krim di Kepahiang Tewas Usai Ditusuk Pedagang Balon

News

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:00

Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)Ilustrasi Penusukan (Foto:Istimewa)

KEPAHIANG REQNews  – Insiden penusukan yang terjadi di Jalan Lintas Kepahiang, tepatnya di depan toko Duta Gallery, Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Senin (16/3/2026), berakhir tragis. Korban yang diketahui bernama Yosep, seorang bos es krim, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Setelah kejadian berdarah tersebut, korban segera dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun beberapa jam setelah dirawat oleh tim dokter, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Iya korban telah meninggal dunia,” kata Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda, Senin malam.

Menurut Febi, korban mengalami sejumlah luka serius akibat tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuh. Luka tersebut antara lain robekan di bagian perut sedalam sekitar 2 sentimeter, luka di dada kiri sepanjang 6 sentimeter, serta luka robek di bahu kiri sepanjang 8 sentimeter.

Selain itu, korban juga mengalami luka pada bagian lain seperti di ketiak kiri sepanjang 2 sentimeter, luka di atas tulang rusuk kiri sepanjang 1,5 sentimeter, luka pada dada kanan bawah sepanjang 5 sentimeter, dan luka di dada kanan atas sepanjang 7 sentimeter.

“Lebih dari lima luka serius yang dialami korban,” ujar Febi.

Sementara itu, terduga pelaku penusukan telah diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Kepahiang dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Kepahiang.

Peristiwa penusukan tersebut sempat menggegerkan warga yang berada di sekitar lokasi. Insiden itu melibatkan dua orang pedagang, yakni YS yang berjualan balon dan AM yang dikenal sebagai bos es krim.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, keributan bermula saat AM datang ke tempat kejadian dengan kendaraan. Sesampainya di lokasi, ia turun dan diduga langsung menghampiri YS yang sedang berjualan.

Seorang pedagang mainan di sekitar lokasi, Yohan, mengaku tidak mengetahui pasti penyebab keributan tersebut. Namun ia melihat korban sempat mendatangi pelaku dan mencoba melakukan pemukulan.

“Kalau pastinya kurang tahu, tapi saat korban tiba tadi langsung ingin meninju YS yang saat itu sedang berjualan,” ungkap Yohan.

Saat kejadian, area parkir di sekitar toko diketahui cukup ramai oleh pengunjung. Yohan mengatakan dirinya baru menyadari adanya keributan ketika suasana di sekitar lokasi mulai gaduh.

“Memang lagi ramai kejadian itu, kami juga melihat keributan saat sudah terjadi,” tambahnya.

Situasi yang semakin memanas diduga membuat YS terpancing emosi. Ia kemudian mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.

Korban yang datang seorang diri diduga tidak menyadari bahwa pelaku membawa senjata tajam. Setelah terkena serangan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam toko Duta Gallery.

Pemilik toko Duta Gallery, Rozi, mengatakan penyerangan awalnya terjadi di luar toko sebelum korban berlari ke dalam untuk meminta pertolongan.

“Kejadiannya itu di luar toko, tapi korban berlari ke dalam toko untuk meminta bantuan,” kata Rozi.

Namun pelaku disebut masih mengejar korban hingga masuk ke dalam toko. Di tempat itu korban akhirnya terjatuh dan tergeletak di lantai dengan kondisi berlumuran darah.

Warga yang berada di sekitar lokasi tidak berani mendekat karena pelaku masih memegang senjata tajam.

“Kalau luka pastinya tidak tahu, namun saat itu korban sudah berlumuran darah. YS ini baru berjualan di depan toko selama bulan suci Ramadhan,” ujar Rozi.

Korban yang mengalami luka di sejumlah bagian tubuh kemudian dibawa ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda melalui Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama membenarkan bahwa terduga pelaku sudah diamankan.

“Ya benar, terduga pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan perkara yang terjadi,” ucapnya.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.