WHO Peringatkan Risiko Insiden Nuklir di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran
NEW YORK, REQNews - Kekhawatiran global meningkat seiring memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. World Health Organization (WHO) mengingatkan kemungkinan terburuk berupa insiden nuklir yang dapat terjadi di tengah eskalasi serangan terhadap fasilitas strategis Iran.
Peringatan ini muncul setelah sejumlah target penting, termasuk yang berkaitan dengan program nuklir Iran, menjadi sasaran operasi militer. WHO menyatakan telah menyiapkan langkah-langkah darurat guna mengantisipasi potensi krisis besar yang dapat timbul dari situasi tersebut.
Mengacu pada laporan Middle East Eye, skenario insiden nuklir kini masuk dalam kategori risiko paling serius yang diwaspadai. Hal ini bisa terjadi baik akibat serangan langsung maupun kerusakan fasilitas nuklir yang terdampak perang. “Meskipun berbagai persiapan telah dilakukan, dampaknya akan sangat besar,” kata Hanan Balkhy, dikutip Kamis 19 Maret 2026.
Konflik sendiri memanas setelah operasi militer yang dilakukan AS dan Israel dengan target fasilitas nuklir Iran, yang disebut bertujuan menghambat pengembangan senjata nuklir. Namun, langkah tersebut justru memunculkan ancaman lain berupa potensi kebocoran radiasi yang bisa meluas ke lintas negara dan sulit dikendalikan.
WHO menegaskan bahwa risiko dari konflik ini tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga berpotensi memicu krisis kemanusiaan berskala besar. Dampak yang dikhawatirkan meliputi runtuhnya sistem layanan kesehatan, meningkatnya jumlah korban sipil secara signifikan, serta terganggunya distribusi bantuan kemanusiaan.
Dalam skenario paling ekstrem, situasi ini bahkan bisa menyerupai bencana nuklir besar yang berdampak jangka panjang hingga ke generasi berikutnya.
Di sisi lain, perbedaan pandangan terkait kemampuan nuklir Iran masih terjadi di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyatakan Iran hampir memiliki senjata nuklir. Namun, sejumlah pejabat intelijen menilai program tersebut justru melemah akibat serangan sebelumnya dan belum menunjukkan pemulihan signifikan.
Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk kemungkinan penggunaan senjata ekstrem. WHO pun menekankan pentingnya kesiapsiagaan global, mengingat dampak konflik berpotensi meluas jauh melampaui wilayah perang.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.