REQNews.com

Tuai Kecaman, KPK Kembalikan Yaqut Cholil Qoumas ke Rutan, Status Tahanan Rumah Dicabut

News

Selasa, 24 Maret 2026 - 14:02

Eks Menteri Agama Yaqut Cholil QoumasEks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, REQNews - Keputusan terbaru diambil Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penanganan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Yaqut Cholil Qoumas. Lembaga antirasuah itu kembali memindahkan lokasi penahanan yang bersangkutan ke rumah tahanan negara.

Perubahan status tersebut diumumkan pada Senin malam, 23 Maret 2026, setelah sebelumnya sempat memicu perhatian publik.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pengalihan ini merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

"Hari ini, Senin tanggal 23 Maret 2026, KPK melakukan proses pengalihan jenis penahanan terhadap Tersangka Saudara YCQ dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kuota haji, dari tahanan rumah untuk kembali menjadi tahanan Rutan KPK," ujar Budi dalam keterangannya.

Dengan demikian, masa penahanan di rumah pribadi yang berlokasi di kawasan Condet, Jakarta Timur, resmi dihentikan.

Sebelum kembali ditempatkan di rutan, yang bersangkutan lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisiknya memungkinkan menjalani masa penahanan di fasilitas KPK.

Pihak KPK juga mengimbau publik untuk menunggu hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter kepolisian.

Sebelumnya, lembaga tersebut telah memberikan penjelasan terkait alasan pemberian status tahanan rumah.

Menurut Budi, keputusan itu bukan dipicu oleh faktor kesehatan, melainkan adanya permintaan dari pihak keluarga tersangka.

"Bukan karena kondisi sakit. Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses," kata Budi saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Minggu 22 Maret 2026.

Kasus ini sendiri masih terus bergulir, dan KPK memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.